Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?

Pebriansyah Ariefana, Firsta Nodia

Kamis, 09 Juli 2015 | 10:44 WIB
Apa Kata Perempuan soal Pembalut Klorin?
Pembalut yang mengandung zat klorin. (suara.com/Firsta Nodia)

Suara.com - Masyarakat khususnya kaum hawa dibuat resah dengan hasil temuan YLKI terhadap merek pembalut dan pantyliner yang mengandung zat kimia klorin. Tak sedikit dari mereka yang panik lantaran merek pembalut maupun pantyliner yang digunakan tercantum dalam daftar mengandung klorin tersebut.

Arni Fauziah (33) misalnya, seorang pegawai swasta di bilangan Kuningan ini mengaku panik setelah merek pembalut yang biasa dipakainya berada di urutan pertama dalam daftar produk yang mengandung klorin. Dia juga semakin bingung ketika pihak Kementerian Kesehatan melansir bahwa produk pembalut dan pantyliner yang disebutkan YLKI telah melalui sederet tes sehingga aman digunakan.

"Saya panik banget pas tahu pembalut yang saya pakai paling besar kandungan klorinnya menurut YLKI. Sampai-sampai kepikiran beli yang herbal aja kali yah, walau agak mahal. Tapi nggak berapa lama, Kemenkes bilang itu aman. Jadi bingung yang benar yang mana," kata Arni kepada suara.com, Kamis (9/7/2015)

Beda halnya dengan Arni, Anisa (23), perempuan karier yang bergerak di bidang Advertising Agency mengaku bahwa dirinya tak begitu terpengaruh dengan pemberitaan yang ada. Anisa menyadari bahwa klorin memang digunakan dalam proses pemutihan bahan baku pembalut sehingga dirinya tak terlalu panik.

"Saya sih nggak takut soalnya klorin kan memang pasti dipakai. Cuma kadarnya saja yang ada batasnya. Selama belum merasa alergi, santai saja pakai merek pembalut yang biasa dipakai," kata Anisa.

Reaksi berbeda juga datang dari perempuan bernama Ajeng (22). Ia mengaku takut dengan efek jangka panjang yang ditimbulkan dari pemakaian pembalut berklorin. Namun Ajeng juga pasrah karena tak tahu harus alternatif apa yang harus diambilnya jika keseluruhan pembalut yang beredar disebut-sebut berbahaya bagi organ intim perempuan.

"Kalau saya 60 persen takut, 40 persen pasrah. Takut sama efek jangka panjangnya, tapi pasrah juga karena nggak tahu harus pakai apalagi sebagai solusinya," pungkas Ajeng.

Sebelumnya, YLKI melansir temuan uji sampling terhadap sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang positif mengandung zat kimia klorin. Peneliti YLKI, Arum Dinta menyebut bahwa reaksi yang ditimbulkan oleh pemakaian pembalut berklorin antara lain iritasi, gatal-gatal, keputihan, hingga kanker.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa produk pembalut yang dinyatakan oleh YLKI mengandung klorin, aman digunakan. Pasalnya semua merek pembalut atau pantyliner yang terdaftar di Kemenkes telah melewati sederet uji keamanan, mutu dan kemanfaatan produk dari laboratorium yang terakreditasi.

"Produk yang diuji kemarin telah memiliki izin edar dan dalam memberikan izin edar Kemenkes mengharuskan setiap pembalut memenuhi SNI 16-6363-2000 yakni harus memiliki daya serap minimal 10 kali dan tidak berfluoresensi kuat. Artinya kontaminasi residu klorin yang diperbolehkan hanya sedikit," kata Maura Linda Sitanggang selaku Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes RI baru-baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Kemenkes Desak YLKI Klarifikasi Temuan Pembalut Klorin

Health | Rabu, 08 Juli 2015 | 16:42 WIB

Kemenkes Tegaskan Pembalut yang Beredar di Pasaran Aman Digunakan

Kemenkes Tegaskan Pembalut yang Beredar di Pasaran Aman Digunakan

News | Rabu, 08 Juli 2015 | 04:54 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB