Ini 5 Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Kemampuan Otak

Laban Laisila | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 27 Juli 2015 | 20:19 WIB
Ini 5  Jenis Makanan yang Bisa Menurunkan Kemampuan Otak
Ikan tuna (shutterstock)

Suara.com - Beberapa makanan diketahui memiliki manfaat yang dapat meningkatkan kemampuan otak. Tapi Anda tak akan menyangka tahu, tuna dan beberapa makanan lainnya bisa menurunkan fungsi kognitif dan memori di otak. Yuk ketahui jenis makanan apa saja yang dapat merusak otak, seperti dilansir laman Foxnews.

1. Tahu

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dementia and Geriatric Cognitive Disorders, salah satu jenis olahan kedelai ini dikaitkan dengan penurunan kemampuan memori otak, meski masih menuai kontroversi.

Temuan menunjukkan bahwa seseorang yang mengonsumsi tahu lebih dari sembilan kali selama seminggu berpotensi mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi tahu.

Penelitian ini melibatkan 719 laki-laki dan perempuan di Indonesia. Peneliti kemudian melakukan serangkaian tes memori kepada responden.

Peneliti menduga  bahwa kandungan phytoestrogen pada tahu yang berperan mempengaruhi fungsi kognitif pada otak. Sebaliknya, tempe, makanan yang juga terbuat dari kedelai ini justru dianggap mampu meningkatkan kemampuan memori seseorang.

2. Sodium

Berbagai penelitian telah mengungkap bahaya konsumsi tinggi sodium bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Tapi sebuah penelitian terbaru mengungkap sodium juga berbahaya bagi kemampuan kognitif otak. Untuk mengimbangi bahayanya, peneliti merekomendasikan untuk melakukan olahraga secara teratur.

3. Lemak Trans

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS One disebutkan bahwa mengonsumsi  lemak trans dapat mempengaruhi kemampuan memori otak.

Responden yang mengonsumsi makanan tinggi lemak trans hanya dapat mengingat 65 kata dengan benar dibanding mereka yang tidak mengonsumsi bisa mengingat sebanyak 86 kata.

4. Ikan

Selama ini ikan dianggap sebagai makanan tinggi protein sehingga baik unutuk kesehatan otak. Sayangnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Medicine Journal Integrative disebutkan bahwa mengonsumsi ikan lebih dari 3 porsi sehari dapat menurunkan fungsi kognitif otak.

Menurut peneliti hal ini disebabkan tingginya kadar merkuri yang terkandung pada ikan laut tersebut yang dibuktikan dengan penelitian terhadap 384 orang. Mereka yang memiliki kadar merkuri tinggi akibat konsumsi ikan laut memiliki kemampuan kognitif yang buruk.

5. Lemak Jenuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 8 Jenis Asupan Makanan yang Membantu Anda Fokus

Ini 8 Jenis Asupan Makanan yang Membantu Anda Fokus

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2015 | 06:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB