Ini Alasan Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan Minimal Dua Tahun

Esti Utami | Firsta Nodia
Ini Alasan Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan Minimal Dua Tahun
Ilustrasi pemeriksaan kehamilan. (shutterstock)

Jarak kehamilan yang terlalu dekat bisa meningkatkan risiko osteoporosis.

Perempuan dianjurkan untuk mengatur jarak kelahiran anaknya minimal dua tahun guna mengurangi risiko osteoporosis di kemudian hari.

Hal ini terungkap melalui sebuah penelitian yang dilakukan tim Yale School, AS. Penelitian itu mengungkap bahwa perempuan yang menjalani dua kehamilan dengan jeda kurang dari dua tahun lebih berisiko mengalami osteoporosis. Dan angkanya cukup besar, hingga empat kali lipat lebih tinggi.

Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti utama, Dr. Gulcin Sahin Esroy membandingkan riwayat kehamilan 239 perempuan yang mengalami osteoporosis saat lansia dengan 298 perempuan yang memiliki tulang sehat meski sudah berumur lanjut.

Dari hasil analisa, dapat ditarik kesimpulan osteoporosis yang dialami perempuan, erat kaitannya dengan aktivitas kehamilan hingga proses menyusui yang dapat mempengaruhi susunan tulang. Pada mereka yang memiliki anak lebih dari satu dengan jarak kehamilan berdekatan maka risiko terjadinya osteoporosis semakin besar.

Hal ini terlihat dari hasil penelitian  terhadap jaringan tulang responden yang mengalami osteoporosis dengan riwayat kehamilan jarak yang terlalu dekat. Peneliti juga menemukan, mereka yang mengalami kehamilan pertamanya sebelum usia 27 tahun juga berisiko tinggi mengalami osteoporosis.

Meski penelitian tidak membandingkan risiko osteroporosis pada perempuan dengan jarak kehamilan 2 atau 3 tahun dengan jarak di atas lima tahun, dr Gulcin menganjurkan agar perempuan menunggu hingga dua tahun setelah kehamilan pertama sebelum merencanakan anak kedua. (zeenews)

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS