Fakta dan Mitos Tentang Obat Pereda Nyeri

Selasa, 08 September 2015 | 20:05 WIB
Fakta dan Mitos Tentang Obat Pereda Nyeri
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Untuk mengatasi nyeri banyak orang memilih berpaling pada obat anti nyeri yang dijual bebas di pasaran. Padahal penggunaannya tak bisa sembarangan, harus dipastikan dengan tepat dan benar.

Tetapi nyeri juga tak bisa disepelekan, karena menurut ahli anestesi dari RS Premier Bintaro, Dwi Pantja Wibowo, nyeri bisa menjadi alarm dari penyakit yang menetap.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan saat memilih obat pereda nyeri? Berikut fakta dan mitos yang berkembang mengenai obat anti nyeri, yang mungkin bisa dijadikan dasar saat memilih obat pereda nyeri.

Mitos 1: Obat anti nyeri yang dijual bebas aman digunakan tanpa resep dokter.
Fakta: Setiap obat pasti memiliki efek samping. Obat yang dijual bebas juga memiliki efek samping.

Mitos 2: Konsumsi obat anti nyeri yang diresepkan untuk orang lain aman asal gejalanya sama.
Fakta: Gejala sama belum tentu penyakit sama. Karena nyeri itu subjektif yang penyebabnya bisa berbeda di setiap orang. Untuk memastikannya segera konsultasikan ke dokter.

Mitos 3: Obat anti nyeri yang dijual bebas cukup aman dikonsumsi jangka waktu lama.
Fakta: Obat anti nyeri pasti ada fungsi tertentu. Selain menghilangkan nyeri, obat anti nyeri juga dapat mengatasi penyebab nyeri. Jika digunakan dalam jangka waktu yang lama bisa memicu timbulnya penyakit lain sepertk gangguan pada fungsi ginjal.

Mitos 4: Parasetamol obat aman karena bisa digunakan untuk anak-anak dan orang dewasa.
Fakta: Memang paracetamol termasuk obat anti nyeri bebas yang aman namun bukan berarti aman digunakan untuk semua orang. Misalnya pada orang yang punya gangguan fungsi hati, konsumsi parasetamol dalam jangka waktu lama bisa memperparah kondisi sehingga harus dihindari.
Sedangkan pada orang tanpa gangguan fungsi hati, konsumsi parasetamol dalam dosis berlebihan dan tidak tepat bisa meyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh.

Mitos 5 : Obat anti nyeri bisa menyebabkan ketergantungan.
Fakta:  Obat anti nyeri yang menyebabkan kertergangtungan adalah golongan opioid atau kelompok narkotika. Kalau digunakan secara tepat sebenarnya  tidak menyebabkan kecanduan. Namun jika disalahgunakan hal ini mungkin terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI