Suara.com - Menjalani Ramadan secara optimal memerlukan perhatian pada kesehatan tulang, sendi, dan daya tahan tubuh.
Nutrisi seimbang, asupan cairan yang cukup, tidur memadai, serta aktivitas fisik ringan menjadi kunci agar tubuh tetap bugar tanpa keluhan selama berpuasa.
Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, menegaskan pentingnya kesiapan fisik selain kesiapan spiritual.
Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain, kata dr. Tirza ialah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka, menjaga kecukupan cairan tubuh, memastikan waktu tidur yang cukup, serta tetap melakukan aktivitas fisik ringan.
Selama Ramadan, masyarakat juga tetap dianjurkan aktif bergerak dengan total 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat per minggu, disesuaikan kondisi tubuh.