Ini Golongan yang Berisiko Alami Kanker Hati

Pebriansyah Ariefana | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 20 September 2015 | 09:22 WIB
Ini Golongan yang Berisiko Alami Kanker Hati
Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]

Suara.com - Hati merupakan salah satu organ yang rentan terhadap empat jenis kanker, salah satunya adalah karsinoma hepatoseluler (HCC) yang merupakan salah satu dari dua penyebab utama kematian akibat kanker di Asia. Tingginya angka kematian akibat kanker hati ini salah satunya dipengaruhi oleh penderita virus hepatitis B yang meningkat tiap tahunnya.

Dokter spesialis bedahh dari Gleneagles Hospitals Singapore, Cheah Yee Lee mengatakan bahwa Asia merupakan salah satu benua yang memiliki jumlah pasien terinfeksi virus hepatitis B cukup tinggi. Terlebih dengan pencegahan yang kurang tepat, virus ini mudah menular ke bayi penderita hepatitis B.

"Mereka yang telah mengidap virus hepatitis B berisiko 100 kali lebih tinggi mengidap kanker hati. Bayi dari pasien hepatitis B harus diimunisasi agar tidak menular dan berada pada risiko mengidap kanker hati di kemudian hari," kata dr Lee pada temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Selain berisiko tinggi diidap penderita hepatitis B, Lee juga mengatakan bahwa kanker hati paling banyak dialami oleh laki-laki. Hal ini terkait dengan replikasi virus yang lebih mungkin dialami kaum adam.

"Kenapa lelaki lebih banyak menderita kanker hati kita juga belum tahu pasti. Tapi yang jelas mereka akan lebih mungkin mengalami kanker hati jika ada riwayat sirosis hati yang kronis," imbuh Lee.

Lebih lanjut Lee menjelaskan bahwa kanker hati pada tahap awal seringkali tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu pemeriksaan adanya virus hepatitis B sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko kanker hati.

Namun pada stadium lanjut, pasien kanker hati akan mengalami gejala meliputi nyeri di bagian perut kanan atas, pembengkakan di bagian perut, kembung setelah makan, penurunan berat badan secara drastis, demam tinggi, kelelahan, kulit dan mata berwarna kuning, tinja berwarna pucat dan kondisi tubuh yang semakin memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kini, RSUD Tarakan Layani Kemoterapi Kanker

Kini, RSUD Tarakan Layani Kemoterapi Kanker

News | Kamis, 10 September 2015 | 10:49 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB