Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 11 Januari 2016 | 16:19 WIB
Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Ilustrasi seorang ibu melahirkan (Shutterstock).

Suara.com - Angka Kematian Ibu dan bayi (AKI) saat proses kelahiran masih cukup tinggi di Indonesia. Tradisi setempat yang masih mendatangi dukun beranak ketika melahirkan menjadi salah satu masalah yang memicu peningkatan AKI.

Namun di Kabupaten Sijunjung, sebuah pelosok di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dukun beranak justru dirangkul untuk membantu menurunkan risiko kematian ibu dan bayi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, dr Edwin Suprayogi, M.Kes. mengatakan kepercayaan turun menurun yang berlaku di daerah setempat terhadap dukun beranak, dimanfaatkan olehnya untuk mendampingi proses persalinan.

"Jadi, dukun beranak hanya sebatas mendampingi ibu hamil. Proses persalinan tetap dilakukan bidan sesuai prosedur medis yang berlaku," ujar Edwin pada temu media yang dihelat Philips Indonesia, di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Untuk menghasilkan keputusan ini pun, kata dia, butuh waktu panjang untuk berdiskusi dengan kepala adat setempat.

"Tiga bulan lalu, kita rapat dengan datuk (kepala adat) yang menguasai wilayah. Dukun beranak yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat, tentu tidak bisa langsung dilarang begitu saja, kita harus rangkul," imbuhnya.

Dukun beranak pun diberi pelatihan dan dibina untuk membantu kerja bidan saat proses persalinan. Mereka juga turut diberi informasi seputar kesehatan lainnya untuk mengawasi status kesehatan ibu hamil.

“Jadi bidan dan dukun punya peran dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Kita juga berikan intensif sebesar 100 ribu kepada dukun beranak setiap mendampingi proses persalinan ibu disana," pungkasnya.

Dengan kemitraan ini, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sijunjung bisa ditekan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perdarahan, Penyebab Utama Tingginya Kematian Ibu

Perdarahan, Penyebab Utama Tingginya Kematian Ibu

Health | Kamis, 09 Oktober 2014 | 17:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB