Apa Penyebab Batuk Rejan dan Bagaimana Mengatasinya?

Ririn Indriani

Selasa, 12 Januari 2016 | 13:59 WIB
Apa Penyebab Batuk Rejan dan Bagaimana Mengatasinya?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tanya:

Selamat sore Dokter,
Salam kenal, Dok. Saya mengalami masalah kesehatan yang diawali dengan batuk kering hingga beberapa bulan hingga sekitar selama 6 bulan. Sekarang, batuk saya ini disertai muntah sudah selama 2 bulanan. Tadinya, saya tidak merasa ingin muntah, tapi jika sudah batuk, tenggorokan akan terasa sangat gatal dan diakhiri dengan muntah.

Muntahnya itu terkadang mengeluarkan makanan kalau setelah makan, tapi kadang hanya lendir kalau perut kosong. Ketika batuk, serasa ada yang berkumpul di tenggorokan.

Sekarang, batuk saya sudah berlangsung hampir setahun, Dok. Saya sudah berobat ke Dokter, dan dokter bilang ada sedikit flek paru.

Saya sudah mengonsumsi obat hingga hampir tiga bulan, tapi tidak kunjung sembuh. Malah saya rasa tambah parah, Dok. Dari pengalaman Dokter apa gejala paru memang seperti itu? Jika saya tidak batuk darah, apakah ini yang disebut GERD? Saya bingung cara menanganinya. Mohon jawabannya, Dokter.

Retno

Jawab:

Selamat sore Saudari Retno,
Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Penyakit ini punya ciri rentetan batuk keras terus menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop).

Seseorang bisa menderita batuk rejan hingga tiga bulan lamanya, sehingga penyakit ini juga biasa disebut “batuk seratus hari”. Umumnya, gejala batuk rejan akan muncul antara 7 hari hingga 21 hari usai bakteri Bordetella pertussis masuk dalam saluran pernapasan seseorang.

Perkembangan gejala batuk rejan ada tiga tahapan, sebagai berikut:

1. Tahap Pertama (masa gejala awal)
Munculnya gejala-gejala ringan seperti hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, mata berair, radang tenggorokan, batuk ringan, hingga demam. Tahap ini bisa bertahan hingga dua minggu, dan di tahap inilah penderita berisiko menularkan batuk rejan ke orang sekelilingnya.

2. Tahap Kedua (masa paroksismal)
Tahap ini ditandai dengan meredanya semua gejala flu, namun batuk justru bertambah parah dan tak terkontrol. Di tahap inilah terjadi batuk keras terus menerus yang diawali tarikan napas panjang lewat mulut (whoop).

Usai serangan batuk, penderita bisa mengalami muntah (umumnya pada bayi dan anak-anak) serta tubuh mengalami kelelahan. Tahap ini bisa berlangsung dua hingga empat minggu atau lebih.
 
3. Tahap Ketiga (masa penyembuhan)
Tahap inilah tubuh penderita mulai membaik, namun gejala batuk rejan tetap ada bahkan penderita bisa batuk lebih keras. Tahap pemulihan ini bisa bertahan hingga dua bulan atau lebih tergantung dari pengobatan.

Batuk rejan yang masih pada tahap awal memang cukup sulit untuk didiagnosis, karena penyakit flu atau bronkitis punya gejala-gejala yang hampir serupa. Jika Anda kurang puas dengan pengobatan yang sudah dilakukan, ada baiknya melakukan second opinian terhadap dokter spesialis THT lainnya, agar didapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat.

Terima kasih, semoga jawaban yang diberikan dapat membantu.

Dijawab oleh dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: www.meetdoctor.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sakit Tengggorokan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sakit Tengggorokan, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Health | Senin, 11 Januari 2016 | 19:05 WIB

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Kehamilan Ektopik

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Kehamilan Ektopik

Health | Senin, 11 Januari 2016 | 14:10 WIB

Tips Atasi Batuk Pilek Saat Hamil Muda

Tips Atasi Batuk Pilek Saat Hamil Muda

Health | Jum'at, 08 Januari 2016 | 13:20 WIB

Seks Tanpa Orgasme Bisa Hamil, Nggak?

Seks Tanpa Orgasme Bisa Hamil, Nggak?

Health | Kamis, 07 Januari 2016 | 21:09 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB