Mitos Keliru Tentang Gizi yang Harus Anda Tahu!

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 03 Februari 2016 | 11:20 WIB
Mitos Keliru Tentang Gizi yang Harus Anda Tahu!
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa makanan memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Itulah yang dipercaya masyarakat pada saat ini. Tapi, studi membuktikan bahwa sebagian besar ternyata hanyalah mitos.

Bahkan sekarang ini, orang-orang sangat terobsesi untuk mengonsumsi makanan tertentu agar berat badan tetap ideal.

Berikut beberapa mitos tentang gizi yang tidak benar seperti dilansir Boldsky.

1. Diet tanpa garam dapat mencegah tekanan darah
Benar-benar menghilangkan garam pada pola makan bukan pilihan bijak. Tentu saja, mengurangi asupan garam dapat menurunkan tekanan darah sampai ke tahap rendah, tapi tidak mengonsumsinya sama sekali akan membuat kesehatan justru menjadi buruk.

2. Makanan mentah itu sehat dan makanan yang dimasak tidak sehat
Walaupun makanan mentah tertentu baik untuk pemenuhan gizi yang optimal, tapi tidak berarti menyantap makanan yang dimasak itu tidak sehat. Memang, memasak dapat mengurangi manfaat enzim pada sayuran tertentu, tapi tubuh manusia tetap dapat bertahan hidup sekalipun sayuran itu telah dimasak.

3. Kuning telur tidak sehat karena mengandung kolesterol
Meskipun kuning telur mengandung kolesterol, tapi efeknya tidak begitu berbahaya bagi kesehatan. Sayangnya banyak orang rela mengonsumsi hanya putih telur dan membuang kuning telur.

4. Mengonsumsi biji-bijian baik untuk kesehatan
Meskipun biji-bijian sehat, tapi apa yang kita konsumsi di masa sekarang ini kurang bergizi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Banyak perubahan dalam praktik pertanian dan modifikasi genetik. Itulah yang mengakibatkan biji-bijian bukan pilihan yang tepat untuk dijadikan camilan sehat.

5. Makanan rendah lemak lebih sehat
Pernyataan ini jauh dari kebenaran, karena olahan makanan rendah lemak ternyata lebih berbahaya dari makanan berlemak sekalipun. Mereka mengandung pengawet, bahan kimia dan bersifat aditif.

6. Kopi tidak sehat
Kopi memang tidak sehat jika dikonsumsi berlebihan. Namun bila Anda mengonsumsinya dalam kadar yang wajar, minuman berwarna hitam pekat ini menawarkan banyak manfaat kesehatan seperti mencegah depresi, diabetes dan Alzheimer karena mengandung antioksidan.

7. Banyak makan di malam hari membuat gemuk
Itu hanyalah mitos, kebenarannya adalah keseluruhan kalori yang Anda konsumsi per hari lebih penting daripada berapa banyak Anda makan di malam hari.

8. Penurunkan berat badan hanya ditentukan oleh mengurangi konsumsi kalori
Penurunan berat badan bukan hanya masalah kalori, tapi juga tergantung pada banyak faktor lain seperti genetika, gaya hidup, tingkat aktivitas dan asupan makanan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Minuman Soda Sebabkan Haid Lebih Banyak?

Health | Rabu, 25 Februari 2015 | 15:43 WIB

Tinggi Badan di Pagi dan Siang Hari Berbeda?

Tinggi Badan di Pagi dan Siang Hari Berbeda?

Health | Rabu, 31 Desember 2014 | 07:00 WIB

Jarang Sikat Gigi Berisiko Penyakit Jantung

Jarang Sikat Gigi Berisiko Penyakit Jantung

Health | Selasa, 30 Desember 2014 | 20:00 WIB

6 Mitos Kesehatan yang Keliru

6 Mitos Kesehatan yang Keliru

Health | Selasa, 30 Desember 2014 | 12:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB