Ini yang Terjadi Pada Otak Bila Anda Terlalu Gemuk

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Rabu, 09 Maret 2016 | 12:33 WIB
Ini yang Terjadi Pada Otak Bila Anda Terlalu Gemuk
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Apakah Anda tahu bahwa kelebihan berat badan termasuk hal yang ilegal di Jepang?

Pemerintah negeri Sakura tersebut telah menetapkan "Hukum Metabo" di mana mereka telah menentukan berat badan dan garis pinggang rata-rata yang harus dimiliki oleh setiap warganya.

Dan tentunya, semua warga Jepang harus mematuhi undang-undang ini. Jika tidak, mereka diharuskan untuk membayar denda atau bahkan di penjara.

Namun sayangnya, masih banyak negara di dunia yang tak memberlakukan hukum tersebut. Padahal, menurut survei, ada sekitar 300 juta orang di seluruh dunia yang dianggap sebagai obesitas, yang berarti mereka memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi dari batas standar 30.

Demikian pula, ada lebih dari 1 miliar orang yang telah diklasifikasikan sebagai orang yang kelebihan berat badan. Menurut penelitian, terlepas dari banyaknya gangguan kesehatan yang dialami orang-orang obesitas, mereka juga berisiko mengalami kesehatan mental.

Ya, orang-orang dengan obesitas paling rentan terhadap risiko kehilangan memori. Bagaimana orang yang gemuk dapat kehilangan memori? Ini dia penjelasannya yang dilansir dari Boldsky.

1. Hitung Kalori Anda
Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi antara 2.100 dan 6.000 kalori per hari dapat meningkatkan risiko kehilangan memori atau menyebabkan gangguan kognitif ringan (MCI). Namun, kabar baiknya adalah bahwa ini akan lebih berefekpada mereka yang berusia 70 tahun atau lebih.Jadi, beritahu orangtua atau kakek dan nenek Anda kapan dia harus berhenti makan.

2. Berpengaruh pada perkembangan otak
Menurut penelitian, orang gemuk dan kelebihan berat badan memiliki jaringan otak hingga 4 sampai 8 persen lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan normal. Hanya untuk informasi, manusia memiliki sekitar 100 miliar neuron. Sedangkan orang-orang obesitas dan kelebihan berat badan kehilangan sekitar 8 miliar neuron dari 100 miliar neuron. Hal ini cukup adalah kerugian yang cukup besar!

3. Obesitas membatasi aliran glukosa
Penurunan konstan dalam persentase neuron menghambat fungsi lain dari otak juga. Hal ini juga menyebabkan terbatasnya pasokan glukosa ke sel, dan pada gilirannya akan mempengaruhi sel untuk melakukan tugas-tugas yang memerlukan energi seperti pengolahan memori dan penyimpanan.

4. Menimbulkan banyak gangguan kesehatan
Kelebihan berat badan menempatkan Anda pada risiko penyakit jantung, hipertensi, peningkatan risiko mengalah diabetes tipe 2 dan juga mempengaruhi libido Anda menjadi buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Kurang Tidur Bisa Picu Obesitas

Awas, Kurang Tidur Bisa Picu Obesitas

Health | Rabu, 02 Maret 2016 | 12:03 WIB

Bumil Obesitas  dan Diabetes Berisiko Lahirkan Anak Autis

Bumil Obesitas dan Diabetes Berisiko Lahirkan Anak Autis

Health | Rabu, 03 Februari 2016 | 07:35 WIB

Ini Risiko Bila Ibu Hamil Alami Obesitas dan Diabetes

Ini Risiko Bila Ibu Hamil Alami Obesitas dan Diabetes

Health | Selasa, 02 Februari 2016 | 17:19 WIB

Lelaki Tergemuk di Dunia Meninggal

Lelaki Tergemuk di Dunia Meninggal

Health | Sabtu, 26 Desember 2015 | 14:50 WIB

Terkini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

×