Obat Ini Diklaim Lebih Efektif Tangani Malaria

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 02 Mei 2016 | 19:28 WIB
Obat Ini Diklaim Lebih Efektif Tangani Malaria
Ilustrasi obat-obatan untuk mengatasi malaria. (Shutterstock)

Suara.com - Pengendalian malaria di Indonesia masih menghadapi tantangan, khususnya dalam hal pengobatan.

Menurut drg R Vensya Sitohang selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, tantangan tersebut antara lain karena beragamnya tatalaksana pengobatan malaria di berbagai jenjang pelayanan kesehatan, dan maraknya kasus resistensi parasit malaria terhadap obat-obatan yang ada seperti jenis klorokuin dan sulfadoksin primetamin.

"Obat yang diberikan sebagai tatalaksana malaria setiap tahunnya akan dievaluasi untuk dilihat bagaimana dampaknya di masyarakat dan apakah menimbulkan resistensi. Dan kami menemukan bahwa obat-obatan tersebut telah banyak menimbulkan resistensi sehingga pasien kebal saat diberi dua jenis obat tersebut," ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Dari hasil evaluasi tersebut, para ahli, menurut Vensya menemukan obat antimalaria yang lebih efektif dan relatif aman dalam mengatasi malaria. Obat tersebut adalah kombinasi derivat artemisinin atau kombinasi dihyddoartemisinin-piperaquin.

"Segala obat yang ada, tentu memiliki dampak. Tetapi jenis obat ini relatif berdampak sedikit atau lebih aman pada seseorang. Dalam artian minim efek samping," imbuhnya.

Kombinasi jenis obat baru ini, menurut Vensya, telah digunakan di Indonesia untuk menatalaksana malaria sejak 2010. Praktis, jenis obat-obatan sebelumnya seperti klorokuin sudah ditarik dan tidak digunakan dalam mengobati malaria.

 Sebenarnya, berkaitan dengan adanya resistensi terhadap obat Malaria kuorokuin di Indonesia, telah diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5/MENKES/PMKA/2013 tanggal 7 Januari 2013 tentang PedomanTatalaksana Malaria menggunakan Artemisin Based Combination Therapy (ACT). Namun, perubahan pengobatan ini dinilai belum berjalan optimal.

"Kurangnya cakupan pengobatan malaria menggunakan ACT salah satunya dikarenakan bebarapa lokasi yang sudah bukan daerah endemis Malaria, seperti Jakarta dan sekitarnya seringkali lengah dengan adanya kasus malaria yang datang dari daerah endemis, sehingga pasien tidak segera terdiagnosis sebagai pasien malaria," tambah Vensya.

Oleh karena itu dalam seminar yang dihadiri para dokter dan tenaga kesehatan ini, Vensya berharap agar penatalaksanaan malaria bisa diseragamkan menurut pedoman yang berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WHO Teliti Vaksin Malaria Pertama

WHO Teliti Vaksin Malaria Pertama

News | Jum'at, 24 Juli 2015 | 18:51 WIB

Terkini

Diperiksa KPK 8 Jam, Anggota V BPK RI Dicecar Soal Mekanisme Penentuan Opini BPK di Muara Enim

Diperiksa KPK 8 Jam, Anggota V BPK RI Dicecar Soal Mekanisme Penentuan Opini BPK di Muara Enim

News | Senin, 28 September 2026 | 18:42 WIB

Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas

Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 18:40 WIB

RUU Ketenagakerjaan Dinilai Belum Sepenuhnya Lindungi Pekerja, Malah Untungkan Industri

RUU Ketenagakerjaan Dinilai Belum Sepenuhnya Lindungi Pekerja, Malah Untungkan Industri

News | Senin, 28 September 2026 | 18:40 WIB

5 Pilihan Smartwatch JETE di Bawah 500 Ribu, Bisa Pantau Olahraga hingga Bluetooth Calling

5 Pilihan Smartwatch JETE di Bawah 500 Ribu, Bisa Pantau Olahraga hingga Bluetooth Calling

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 18:33 WIB

RAPBN 2027: Sekolah Garuda Kantongi Dana Abadi Rp 8 Triliun Tahun Depan

RAPBN 2027: Sekolah Garuda Kantongi Dana Abadi Rp 8 Triliun Tahun Depan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:30 WIB

Percuma Kali Krukut Ditata Kalau Warga Masih Buang Sampah ke Sungai

Percuma Kali Krukut Ditata Kalau Warga Masih Buang Sampah ke Sungai

News | Senin, 28 September 2026 | 18:29 WIB

Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan

Mengupas 'Emanon', Manga Sci-Fi Santai yang Bikin Overthinking Soal Makna Kehidupan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 18:24 WIB

AI Business Transformation: Cara AI Mengubah Strategi dan Operasional Bisnis

AI Business Transformation: Cara AI Mengubah Strategi dan Operasional Bisnis

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 18:23 WIB

Bolehkah Menyimpan Nasi di Rice Cooker Sampai 24 Jam? Hati-hati, Bisa Picu Keracunan!

Bolehkah Menyimpan Nasi di Rice Cooker Sampai 24 Jam? Hati-hati, Bisa Picu Keracunan!

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 18:22 WIB

Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama

Anime Welcome to Demon School, Iruma-kun Umumkan Proyek Film Pertama

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 18:20 WIB

×