Mengapa di Musim Kemarau Masih Ada Kasus DBD?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 16 Juni 2016 | 19:50 WIB
Mengapa di Musim Kemarau Masih Ada Kasus DBD?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Musim penghujan seharusnya sudah berakhir sejak akhir Maret lalu. Biasanya musim penghujan berkaitan dengan tingginya angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat bahwa hingga bulan ini masih dilaporkan kasus DBD di pelosok Indonesia meski jumlahnya tak sebanyak pada Januari-April.

Mengapa kasus DBD masih terjadi di Indonesia hingga musim kemarau? Prof. Dr. dr. Sri Rejeki Hadinegoro, Sp.A(K), selaku Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) mengatakan bahwa DBD masih akan tetap menjangkit Indonesia meski saat ini mulai masuk musim kemarau, karena masih ada hujan.

"Sekarang sudah masuk kemarau, tapi hujan masih mengguyur meski tidak tiap hari. Ini mengapa Juni atau mungkin Juli nanti masih ada pasien DBD. Selama ada hujan turun, kasus DBD tidak akan berhenti. Jentik nyamuk akan terus berkembang," ujarnya pada temu media "ASEAN Dengue Day ke-6" di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Selain itu, lanjut Prof Sri, masyarakat seringkali tidak menyadari beberapa tempat di rumahnya yang menjadi tempat favorit perindukan nyamuk. Salah satunya, dispenser, tempat makanan burung, vas bunga, bahkan gantungan pakaian di dalam kamar.

"Kalau ada genangan itu nyamuk senang bertelur lalu berkembang jadi jentik hingga nyamuk dewasa dan siap menggigit orang. Jadi memang hiegnitas diri dan lingkungan tempat tinggal harus dijaga," imbuhnya.

Prof Sri juga mengimbau agar masyarakat menguras bak mandi minimal seminggu sekali karena juga merupakan tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak. Jika perlu bubuhkan bubuk abate untuk membasmi telur-telur nyamuk yang senang menempel di permukaan bak mandi.

"Yang kita harapkan abate bisa menempel di dinding bak mandi agar dapat membasmi telur nyamuk. Dan kalau nguras bak mandi atau tempat makan burung jangan hanya dibuang airnya saja, sikat dengan kuat permukaannya karena telur nyamuk sangat kuat menempel di dinding," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Upaya Pemerintah Untuk Menekan Kasus DBD

Ini Upaya Pemerintah Untuk Menekan Kasus DBD

Health | Kamis, 16 Juni 2016 | 16:53 WIB

Bahan Alami Ini Efektif Tangkal Gigitan Nyamuk

Bahan Alami Ini Efektif Tangkal Gigitan Nyamuk

Health | Kamis, 02 Juni 2016 | 07:16 WIB

Begini Cara Tepat Kuras Bak Mandi untuk Cegah DBD

Begini Cara Tepat Kuras Bak Mandi untuk Cegah DBD

Health | Jum'at, 04 Maret 2016 | 06:32 WIB

Begini Cara Tepat Kuras Bak Mandi untuk Cegah DBD

Begini Cara Tepat Kuras Bak Mandi untuk Cegah DBD

Health | Jum'at, 04 Maret 2016 | 06:32 WIB

Terkini

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Kenapa Polo Indonesia Murah? Ini 5 Hal yang Membedakan dari Ralph Lauren

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Rosiade Padel Tournament 2026 Sabet Dua Rekor MURI, Erick Thohir: Menpora Saja Susah Dapat

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:59 WIB

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Rosiade Padel Tournament Seri 3, Tetap Gratis Demi Lahirkan Atlet Berprestasi

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 18:54 WIB

×