Ibu Pemutilasi Anak Kandung, Benarkah Gangguan Jiwa?

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 06 Oktober 2016 | 07:21 WIB
Ibu Pemutilasi Anak Kandung, Benarkah Gangguan Jiwa?
Ilustrasi. [shutterstock]

Suara.com - Terkuaknya kasus pembunuhan mutilasi yang dilakukan seorang ibu bernama Mutmainah terhadap anak kandungnya yang berusia satu tahun memang sangat menyayat hati.

Tak masuk akal memang, seorang ibu tega menghabisi nyawa bahkan memutilasi darah dagingnya sendiri. dan, bila ditilik dari ilmu kesehatan jiwa, apa yang dilakukan Mutmainah alias Iin cenderung menunjukkan adanya gangguan kejiwaan.

Menanggapi kasus ini, Ketua Perhimpunan Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr Eka Viora, SpKJ mengatakan bahwa secara umum gangguan jiwa bisa dilihat dari tiga hal; perubahan perilaku, pola pikir dan emosi yang dirasakan seseorang.

"Namun, tentu saja hasil diagnosa ada tidaknya gangguan jiwa hanya bisa disimpulkan melalui pemeriksaan atau wawancara pada individu tersebut dan orang terdekatnya," ujarnya pada temu media 'Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2016' di Jakarta, Rabu (5/10/2016).

Eka menambahkan, orang dengan gangguan kejiwaan juga cenderung mengalami halusinasi, yang ditunjukkan dengan suara-suara gaib untuk menuntun seseorang melakukan hal yang diluar akal sehat.

"Dalam kondisi depresi, seseorang memang bisa mengalami halusinasi. Tapi saya belum bisa menyebut dia gangguan jiwa, karena harus melalui pemeriksaan untuk mendiagnosis. Dirinya, suami, keluarganya harus dilakukan anamnesis (pemeriksaan). Kita tidak bisa hanya melihat dari luar saja," tambah dia.

Penyebab dari gangguan kejiwaan sendiri, kata Eka, sangat multifaktor dan mencetuskan trauma pada diri pasien. Pada gilirannya hal ini mengakibatkam gangguan di neurotransmitter otak sehingga memunculkan gejala di luar akal sehat.

"Orang dengan gangguan jiwa harus mendapat penatalaksaanan jangka panjang untuk memastikan kondisinya stabil. Sedikitnya 1 bulan atau paling lama seumur hidup," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditinggal Orang Tercinta Picu Gangguan Jiwa, Ini Solusinya

Ditinggal Orang Tercinta Picu Gangguan Jiwa, Ini Solusinya

Health | Rabu, 05 Oktober 2016 | 18:20 WIB

Hati-hati, Skizofrenia Mengintai Pecandu Narkoba

Hati-hati, Skizofrenia Mengintai Pecandu Narkoba

Health | Rabu, 07 September 2016 | 12:32 WIB

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Studi: Diet Tinggi Lemak Bagus Untuk Penderita Skizofrenia

Health | Jum'at, 18 Desember 2015 | 20:35 WIB

Terkini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB