Jangan Abaikan Bila Gigi Terasa Nyut-nyut!

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Oktober 2016 | 17:42 WIB
Jangan Abaikan Bila Gigi Terasa Nyut-nyut!
Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Ada ungkapan bahwa lebih baik sakit gigi dibandingkan sakit hati. Padahal jika gigi terasa nyut-nyut, bisa dijamin, melakukan aktivitas apapun tak akan nyaman.

Namun bukan berarti gigi nyut-nyut merupakan indikasi awal gigi berlubang. Menurut dokter gigi Okti Manessa, gigi berlubang baru akan menimbulkan gejala jika sudah mencapai lapisan pulpa.

Ia menjelaskan pulpa merupakan bagian gigi yang paling vital dan dalam. Pulpa berupa rongga yang berisi pembuluh darah dan saraf.

"Ketika lubang baru mencapai lapisan email aray bagian terluar gigi, mungkin belum terasa sakit. Hanya terlihat bagian berlubang berwana kehitaman, disitulah sisa makanan akhirnya bersembunyi dan memancing berkumpulnya bakteri," ujar Oktri Manessa yang juga founder dari klinik gigi OMDC.

Jika lubang terus didiamkan, tambah dia, maka masuklah ke lapisan dentin. Biasanya di sini pemilik gigi berlubang akan merasa ngilu ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin.

"Nah, kalau sudah nggak senyaman itu masih didiamkan juga, mulai deh si lubang menjadi lebih dalam dan masuk ke lapisan pulpa baru deh di situ seseorang akan merasa sakit gigi yang luar biasa dan mulai mengganggu aktivitasnya," tambah dia.

Untuk mengatasi gigi berlubang, Oktri mengatakan bahwa biasanya penanganan akan disesuaikan dengan tingkat kedalaman lubang di gigi. Jika masih sampai tahap email, maka dokter akan membersihkan bagian yang berlubang dan menambalnya secara permanen.

Sedangkan penanganan lubang yang mencapai dentin, dokter akan mengobservasi apakah langsung bisa ditambal permanen atau tidak. Biasanya karena sudah timbul gejala nyeri, dokter akan menambal sementara pada pertemuan pertama dan menambal secara permanen pada pertemuan selanjutnya.

"Yang repot kalau sudah masuk pulpa. Pertama gigi akan dibersihkan saluran akar satu per satu sampai bersih dan tidak ada keluhan, barulah setelah itu diisi dengan bahan pengisi dan ditutup tambalan permanen. Biasanya akan butuh 4-5 kali kedatangan ke dokter gigi tergantung progres gigi masing-masing," lanjut perempuan penyuka warna fuschia ini.

Selain memakan waktu, biaya yang ditimbulkan jika lubang sudah mencapai pulpa tidak sedikit, lho. Oleh karena itu jangan tunggu gigi berlubang hingga menimbulkan rasa nyeri ya. Segera konsultasikan ke dokter gigi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut, Mengapa?

Tak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut, Mengapa?

Health | Kamis, 20 Oktober 2016 | 13:40 WIB

Hati-hati, Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian

Hati-hati, Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Kematian

Health | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 09:30 WIB

Banyak Makan Manis saat Lebaran, Awas Diincar Keluhan Ini!

Banyak Makan Manis saat Lebaran, Awas Diincar Keluhan Ini!

| Senin, 04 Juli 2016 | 06:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB