Akhirnya Vaksin DBD Hadir di Indonesia

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 25 Oktober 2016 | 15:07 WIB
Akhirnya Vaksin DBD Hadir di Indonesia
Ilustrasi vaksin DB. (Shutterstock)

Suara.com - Demam berdarah dengue kali pertama muncul di Indonesia pada 1968. Pola cuaca seperti curah hujan, temperatur, dan kelembapan di Indonesia disebut-sebut menciptakan lingkungan yang cocok bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak dan menjadi media penularan virus dengue.

Meski telah lama ada di Indonesia, demam berdarah (DB) masih menjadi penyakit yang menimbulkan kematian  tak sedikit. Data Kementerian Kesehatan pada 2015 mencatat bahwa ada 1071 kasus kematian dari total 129 ribu kasus DBD.

Angka ini terus mengalami peningkatan sebanyak 17 persen pada September 2016.

Langkah pencegahan yang dilakukan tampaknya tak cukup untuk menekan kasus DBD di Indonesia. Dibutuhkan vaksin untuk mengatasi peningkatan kasus DBD tiap tahunnya.

Tapi kini Anda tak perlu khawatir. Setelah melalui penelitian panjang selama 20 tahun akhirnya tersedia vaksin demam berdarah yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Sanofi Pasteur.

Peneliti utama vaksin dengue, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro mengatakan bahwa vaksin ini terbukti efektif mencegah timbulnya infeksi demam berdarah sebesar 65.6 persen, menurunkan kasus rawat inap sebanyak 80.8 persen, dan mencegah keparahan dengue berat sebesar 93.2 persen.

"Yang sudah kita teliti vaksin ini aman dan efektif untuk anak usia 9-16 tahun. Untuk dibawah usia tersebut tidak dianjurkan karena penelitian kami menunjukkan bahwa hasilnya tidak konsisten. Kalau nggak konsisten kita nggak berani kasih," ujar dia pada peluncuran Vaksin DBD di Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Masyarakat, menurut Prof. Sri Rezeki, tak perlu khawatir karena efektivitas vaksin didapat melalui uji klinis yang dilakukan di tiga kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, dan Denpasar. Responden merupakan anak usia sekolah yang dipantau selama lima tahun sejak 2011 silam.

"Hasilnya memang belum selesai, tapi setelah dua tahun divaksinasi, kita sudah bisa lihat manfaat dan keamanan dari vaksin ini," tambah dia.

Pemberian vaksin DBD, kata Prof. Sri Rezeki, dilakukan sebanyak tiga kali dengan rentang waktu pemberian 6 bulan. Ia mengimbau agar para orangtua mengingat jadwal pemberian vaksin karena mempengaruhi efektivitasnya.

"Suntikan pertama penting sebagai memori, sehingga kalau ketemu virus dengue dia langsung memasang antibodi. Tapi setelah pemberian akan terus menurun sehingga perlu digenjot lagi dengan suntikan kedua dan ketiga. Waktu vaksinasi kedua dan ketiga jangan sampai terlambat," tambahnya.

Joko Murdianto selaku General Manager Sanofi Pasteur Indonesia menambahkan bahwa vaksin ini sudah tersedia di berbagai rumah sakit swasta di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengapa di Musim Kemarau Masih Ada Kasus DBD?

Mengapa di Musim Kemarau Masih Ada Kasus DBD?

Health | Kamis, 16 Juni 2016 | 19:50 WIB

Ini Upaya Pemerintah Untuk Menekan Kasus DBD

Ini Upaya Pemerintah Untuk Menekan Kasus DBD

Health | Kamis, 16 Juni 2016 | 16:53 WIB

Bahan Alami Ini Efektif Tangkal Gigitan Nyamuk

Bahan Alami Ini Efektif Tangkal Gigitan Nyamuk

Health | Kamis, 02 Juni 2016 | 07:16 WIB

Terkini

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

7 Sepatu Lari Ortuseight Terbaru Murah dan Empuk

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Kebakaran Hebat Kembali Melanda TPA Jatibarang Semarang

Foto | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

×