Array

Ingin Anak Pintar? Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua

Kamis, 10 November 2016 | 07:11 WIB
Ingin Anak Pintar? Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua
Ilustrasi anak pintar. (Shutterstock)

Suara.com - Untuk bisa menjadi orang yang siap dalam kegiatan akademik dan selalu mendapatkan hasil yang terbaik, seorang anak tak hanya diwajibkan untuk rajin dan belajar bersungguh-sungguh, tapi juga harus memiliki lingkungan yang positif dan kepercayaan diri yang kuat.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kepala Sekolah Australian Independent School (AIS) Indonesia, Brenton Hall memperkenalkan sebuah program pembelajaran yang fokusnya pada keseimbangan emosi dan sosial siswa, yang disebut Social and Emotional Thinking (SET).

"Di AIS sangat penting untuk mempersiapkan anak-anak menjadi warga negara dunia. Karenanya, harus ada beberapa hal yang dibutuhkan, ini meliputi toleransi, bekerjasama, saling tolong menolong, integritas, hingga kreatifl. Ini mirip seperti Gerakan Revolusi Mental yang kini digaungkan Jokowi saat dia menjadi presiden," ungkap dia dalam Media Workshop SET, di AIS Pejaten, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Senada dengan Brenton, Linzi Band, seorang pengajar SET di AIS mengatakan adalah hal yang penting bagi setiap anak memiliki kemampuan akademis dan non akademis yang baik. Semuanya, kata dia, dimulai ketika mereka bisa menangani emosi dan memiliki kepekaan sosial yang baik.

Ketika anak memiliki kesehatan emosional yang baik, lanjut Linzi, mereka juga bisa mencari jalan keluar yang lebih efektif ketika menemui tantangan atau kesulitan. Tak hanya itu, kata dia, hal ini juga bisa memperkuat hubungan anak dengan orang tua dan guru mereka, serta meningkatkan kepercayaan diri anak.

Agar bisa lebih efektif, menurut Linzi, anak juga harus diberi pemahaman bagaimana seharusnya bersikap dan berperilaku dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berbeda-beda di lingkungan mereka.

"Anak atau remaja lebih suka berbicara soal masalah tanpa problem solvingnya. Di sini pentingnya emosional thinking. Mereka diajarkan untuk terus beradaptasi dengan lingkungan yang penuh keberagaman, seperti kondisi sosial ekonomi, perbedaan fisik, agama, budaya dan lainnya," jelasnya.

Beberapa topik yang dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka juga harus sering didiskusikan, seperti mengenai budi pekerti, pemahaman diri sendiri dan orang lain, menghargai orang lain, pengendalian emosi, kepemimpinan hingga mengatasi kecanduan rokok maupun alkohol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI