Ini Cara Pemkab Tangerang Menekan Kasus Kematian Ibu Melahirkan

Adhitya Himawan

Rabu, 16 November 2016 | 16:37 WIB
Ini Cara Pemkab Tangerang Menekan Kasus Kematian Ibu Melahirkan
Salah satu ibu melahirkan tengah menyusui bayinya. [Dok Pemkab Tangerang]

Kabupaten Tangerang, merupakan daerah penyumbang tertinggi kematian ibu (karena persalinan) dan bayi baru lahir di Provinsi Banten. Tahun 2015, jumlah kematian ibu mencapai 52 dan 334 kematian bayi. Sedangkan tahun 2016 (hingga September) tercatat 48 kematian ibu dan 209 kematian bayi.

“Tingginya kasus kematian ibu dan bayi, sangat meresahkan. Apalagi Kabupaten Tangerang adalah daerah urban. Kami terus berupaya melakukan terobosan untuk menekannya, termasuk menaikkan anggaran hingga Rp 3,4 miliar,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Rabu (16/11/2016).

Dalam upaya menekan kasus kematian ibu dan bayi, sejak 2014 Kabupaten Tangerang mendapat pendampingan dari Program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival), sebuah program penyelamatan ibu melahirkan dan bayi baru lahir dari Kementrian Kesehatan RI yang didanai USAID. Program EMAS dilaksanakan di 30 kabupaten/kota di Indonesia, yang konsentrasi pada peningkatan kualitas pelayanan maternal dan neonatal serta menguatkan sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.

Terkait peningkatan kualitas pelayanan maternal dan neonatal Kabupaten Tangerang tak hanya menjalankan program EMAS yang dibuktikan dengan meningkatkan kapasitas bidan dan Puskesmas dalam melayani persalinan, namun juga menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 128 Tahun 2015 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kabupaten Tangerang. Saat ini, dari 44 Puskesmas yang ada, 33 diantaranya sudah mampu melayani persalinan dan ditetapkan sebagai Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar ). Tahun depan, seluruh Puskesmas di kabupaten ini ditargetkan mampu memberikan pelayanan PONED.

Dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, seluruh Puskesmas dan Bidan Praktik Mandiri (BPM) berjejaring dengan RSUD dan 21 rumah sakit swasa di Kabupaten Tangerang, termasuk yang bertaraf internasional, guna menyelamatkan proses persalinan.

Tak hanya itu, Kabupaten Tangerang juga melakukan inovasi layanan melalui Program Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir di Kabupaten Tangerang. Pihak-pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, rumah sakit pemerintah maupun swasta, Puskesmas, BPJS, PMI, organisasi profesi, organisasi masyarakat dan lainnya berkomitmen mensukseskan gerakan ini.

Yang menarik dari inovasi tersebut adalah, sistem rujukan dibagi dalam tiga wilayah rujukan yakni wilayah Barat, Selatan dan Utara. Zonasi tersebut berdasarkan kepadatan penduduk, keberadaan rumah sakit rujukan, serta kemampuan tenaga dan peralatan rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaini mengatakan, ide zonasi tersebut guna menghindari terjadinya “hospital tur”, dimana pasien ibu hamil dalam kondisi gawatdarurat ketika dirujuk ke rumah sakit harus melalui beberapa rumah sakit karena ketidaksiapan rumahsakit rujukan. “Saya sedih, sebelumnya ada ibu hamil harus dirujuk ke 4-7 rumah sakit karena tiadanya kepastian informasi rumah sakit rujukan yang siap,” kata Naniek. “Dengan zonasi, ibu hamil yang dirujuk sudah mendapatkan kesiapan rumah sakit rujukan yang akan menerima”.

Alur kerja proses rujukan adalah telepon genggam seluruh bidan terhubung dengan server Public Service Center (PSC) yang ada di seluruh rumah sakit dan Kantor Dinas Kesehatan. Saat hendak merujuk ibu hamil, bisa mengirimkan pesan singkat ke server yang berisi data pasien, kondisi pasien, asuransi kesehatan serta informasi relevan lainnya. Petugas server PSC akan akan segera menjawab rumah sakit mana yang siap menerima. Jika ternyata seluruh rumah sakit di Kabupaten Tangerang penuh, kerjasama rujukan serupa juga telah dilakukan dengan RSUD Kota Tangerang dan RSUD Tangerang Selatan.

Atas inovasi tersebut, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menganugerahi penghargaan Top 35 SINOVIK (Sistem Inovasi Pelayanan Publik). Tahun ini terdapat 2.476 inovasi yang diusulkan mendapatkan penghargaan. Dari jumlah tersebut disaring menjadi 99 finalis untuk kemudian ditetapkan menjadi 35 yang menerima penghargaan. Beberapa daerah mereplikasi program ini seperti Kabupaten Serag, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan kota Cilegon.

baca juga

Chief of Party Program EMAS Indonesia Nancy Caiola mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam upaya penyelamatan ibu dan anak. “Meski Program EMAS telah selesai, Kabupaten Tangerang bersedia melanjutkan program ini dengan dana mandiri,” ujarnya.

Tak hanya melanjutkan, lanjut Nancy, namun Kabupaten Tangerang juga menyempurnakannya dengan inovasi kebijakan yang menginspirasi daerah lain untuk menirunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Melahirkan, Perempuan Akan Hadapi Beberapa Masalah Ini

Usai Melahirkan, Perempuan Akan Hadapi Beberapa Masalah Ini

Health | Rabu, 14 September 2016 | 17:49 WIB

Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Begini Cara Kabupaten Sijunjung Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Health | Senin, 11 Januari 2016 | 16:19 WIB

VIDEO: Wow, Perempuan Ini Melahirkan dalam Mobil

VIDEO: Wow, Perempuan Ini Melahirkan dalam Mobil

Video | Selasa, 21 Juli 2015 | 06:22 WIB

Kabur dari Rumah, Perempuan Ini Melahirkan di Warnet

Kabur dari Rumah, Perempuan Ini Melahirkan di Warnet

News | Senin, 18 Mei 2015 | 06:15 WIB

Menegangkan, Perempuan Ini Melahirkan di Atas Samudera Pasifik

Menegangkan, Perempuan Ini Melahirkan di Atas Samudera Pasifik

News | Selasa, 12 Mei 2015 | 06:00 WIB

Macet Akibat Konvoi Presiden, Perempuan Ini Melahirkan di Jalan

Macet Akibat Konvoi Presiden, Perempuan Ini Melahirkan di Jalan

News | Senin, 06 April 2015 | 05:22 WIB

Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Perempuan yang Baru Melahirkan

Jangan Katakan 5 Hal Ini Pada Perempuan yang Baru Melahirkan

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2015 | 11:45 WIB

Tragis, Usai Lahirkan Anak Pertama Ibu Meninggal Kekurangan Darah

Tragis, Usai Lahirkan Anak Pertama Ibu Meninggal Kekurangan Darah

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 17:37 WIB

Naluri Gading Berubah jadi Seorang Bapak Secara Otomatis

Naluri Gading Berubah jadi Seorang Bapak Secara Otomatis

Entertainment | Minggu, 18 Januari 2015 | 01:41 WIB

Peran Dukun Bayi untuk Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Peran Dukun Bayi untuk Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Health | Senin, 22 Desember 2014 | 23:57 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×