Bayi Lahir Kuning, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Tomi Tresnady | Firsta Nodia | Suara.com

Minggu, 20 November 2016 | 07:01 WIB
Bayi Lahir Kuning, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Ibu muda memeluk bayinya yang baru lahir. [shutterstock]

Beberapa bumil kaget begitu mendapati bayinya lahir dengan kulit berwarna kekuningan. Bayi lahir kuning memang tidak normal dan bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Salah satunya disebabkan karena bayi lahir dari ibu dengan golongan darah rhesus negatif. Menurut dr Rudi Simanjuntak Sp.OG dari Bethsaida Hospital Serpong, ibu dengan rhesus negatif berpotensi mengalami masalah saat melahirkan anak kedua.

"Ibu rhesus negatif melahirkan anak rhesus positif maka akan berbahaya pada anak kedua karena sejak hamil pertama akan terbentuk antibodi yang akan menganggap anak kedua sebagai benda asing. Pada kehamilan kedua, antibodi yang terlalu banyak akan menghancurkan sel darah merah janin sehingga memicu kelainan jantung, hati, bahkan kematian," ujar dr Rudi pada temu media yang dihelat Bethsaida Hospital di kawasan Serpong, Tanggerang, Sabtu (19/11/2016).

Pada kesempatan yang sama, dr Christiana R Setiawan, SpA menambahkan, sel darah merah yang hancur karena serangan antibodi ini membuat aliran darah ke hati tersumbat sehingga albumin turun dan menyebabkan pembesaran hati dan limpa.

"Kalau fungsi hati terganggu maka dampaknya kadar bilirubin meningkat sehingga tubuh bayi berwarna kuning. Bayi kuning juga ada derajatnya, kalau yang berat harus di fototerapi," tambahnya.

Sebagai pencegahan, dr Rudi menambahkan, bisa dilakukan dengan pemberian suntikan immunoglobulin  Anti D. Suntikan ini dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan pada bayi beda rhesus dengan ibu hingga 1 persen.

"Tujuan kita mencegah antibodi terbentuk lebih banyak. Suntikkan immunoglobulin anti D bisa diberikan saat terjadi pendarahan atau terjadi percampuran darah antara ibu dan anak. Bisa juga pada 28 minggu kehamilan atau saat persalinan untuk mencegah kehamilan diserang antibodi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemberian Vitamin A pada Bayi Haruskah Sesuai Jadwal Pemerintah?

Pemberian Vitamin A pada Bayi Haruskah Sesuai Jadwal Pemerintah?

Health | Rabu, 16 November 2016 | 12:23 WIB

Punya 'Uban', Bayi Ini Dibilang Mirip Anggota X-Men

Punya 'Uban', Bayi Ini Dibilang Mirip Anggota X-Men

News | Jum'at, 11 November 2016 | 19:05 WIB

Bayi Ini Lahir Dua Kali, Kok Bisa?

Bayi Ini Lahir Dua Kali, Kok Bisa?

Health | Senin, 24 Oktober 2016 | 19:44 WIB

Warga Geger, Ditemukan Bayi Hidup di Bawah Pohon Sawit

Warga Geger, Ditemukan Bayi Hidup di Bawah Pohon Sawit

News | Senin, 24 Oktober 2016 | 04:02 WIB

Video Bayi Tak Bertangan yang Sedang Makan Gegerkan Facebook

Video Bayi Tak Bertangan yang Sedang Makan Gegerkan Facebook

Tekno | Senin, 17 Oktober 2016 | 19:17 WIB

Pasangan Menikah Dini Sering Kebingungan Rawat Bayi

Pasangan Menikah Dini Sering Kebingungan Rawat Bayi

Health | Sabtu, 15 Oktober 2016 | 19:30 WIB

Perlukah Bayi Gunakan Bantal?

Perlukah Bayi Gunakan Bantal?

Health | Rabu, 12 Oktober 2016 | 13:27 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB