Menyusui Bayi di Malam Hari Bisa Cegah Kehamilan

Ririn Indriani

Minggu, 25 Desember 2016 | 16:45 WIB
Menyusui Bayi di Malam Hari Bisa Cegah Kehamilan
Ilustrasi ibu menyusui. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak hanya baik untuk bayi, ibu yang memberikan ASI eksklusif lebih cepat mengalami penurunan berat badan, memiliki risiko rendah untuk mengalami kanker ovarium dan osteoporosis, serta mencegah kehamilan.

Ya, memberikan ASI eksklusif bisa menjadi alat kontrasepsi alami, karena dengan ibu menghasilkan ASI maka otomatis akan menunda kehamilan berikutnya. Bahkan pemberian ASI eksklusif di malam hari dapat meningkatkan keberhasilan kontrasepsi atau rencana menunda kehamilan selanjutnya.

Mencegah kehamilan saat bayi masih butuh ASI adalah hal yang penting dilakukan. Jarak kehamilan yang terlalu dekat (jika ibu sudah hamil lagi tak lama setelah melahirkan) dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan serta gangguan kesehatan pada ibu.

Komplikasi tersebut berupa perdarahan, keguguran, bayi lahir prematur, kelahiran mati, dan kecacatan pada bayi. Ditambah lagi, jika ibu hamil kembali dengan jarak kehamilan yang terlalu dekat, anak yang sebelumnya lahir tidak bisa diberikan ASI eksklusif dan berisiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan karena kekurangan zat gizi yang seharusnya ia dapatkan dari ASI.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menyarankan jarak kehamilan yang aman adalah minimal 24 bulan dan maksimal 5 tahun setelah kelahiran yang terakhir. Dengan jarak kehamilan yang aman, bisa memberikan waktu ibu untuk melakukan ASI eksklusif.

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang manfaat menyusui bayi yang dapat mencegah kehamilan yang dihimpun oleh hellosehat.com.

Amenore Laktasi, Kontrasepsi Alami dengan Menyusui
Mencegah kehamilan dengan memberi ASI eksklusif disebut dengan amenore laktasi. Metode amenore laktasi sangat efektif karena dapat mencegah kehamilan hingga 98 persen.

Ketika ASI diproduksi oleh tubuh ibu, maka secara alami tubuh akan mencegah kehamilan terjadi. Hal ini terkait dengan pengaturan hormon wanita yang mengalami perubahan selama ia menyusui.

Saat bayi sering menyusui langsung dari puting, maka tubuh akan mencegah sel telur diproduksi oleh ovarium, sehingga tidak mungkin terjadi ovulasi apalagi pembuahan oleh sperma.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi ketika seorang ibu ingin menunda kehamilan dengan cara metode amenore laktasi, yaitu:
1. Melakukan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Tidak memberikan bayi makanan atau minuman apapun selain ASI.
2. Menyusui bayi langsung dari payudara, tidak menggunakan botol dan pompa ASI.
3. Tidak melewatkan jadwal menyusui bayi, di pagi, siang, atau malam hari.

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka bukan tidak mungkin ibu akan kembali mengalami ovulasi dan berpotensi untuk hamil jika terjadi pembuahan. Pastikan juga sebelum melakukan metode ini, ibu belum mengalami menstruasi, karena bila ibu sudah mengalaminya maka sudah terjadi ovulasi sebelumnya.

Efektif Jika Ibu Menyusui di Malam Hari
Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal Evolution, Medicine, and Public Health, menemukan bahwa pemberian ASI eksklusif di malam hari dapat mencegah kehamilan terjadi dalam waktu dekat yang kemudian dapat berbahaya bagi kesehatan ibu maupun anak.

Dari penelitian tersebut diketahui juga bahwa semakin sering menyusui bayi di malam hari, akan meningkatkan efektivitas metode kontrasepsi alami ini.

Sebenarnya, prolaktin lebih banyak dihasilkan oleh tubuh ketika malam hari. Prolaktin adalah hormon yang mengatur produksi ASI, maka ketika jumlah prolaktin meningkat produksi ASI juga meningkat.

Prolaktin dihasilkan oleh tubuh ibu secara otomatis jika ada rangsangan dari luar. Rangsangan dari luar yang dimaksud adalah ketika bayi menyusu langsung dari puting ibu. Maka, jika ibu menyusui di malam hari, ini bisa membuat kuantitas ASI yang dihasilkan dalam sehari lebih banyak.

Jika ibu melewatkan waktu menyusui bayi di malam hari atau membiarkan bayi menyusu melalui botol, maka bisa saja menyebabkan penurunan kuantitas ASI. Penurunan jumlah ASI yang dihasilkan menyebabkan potensi untuk terjadinya ovulasi – indung telur menghasilkan telur – lebih besar. Untuk menjaga kuantitasnya, maka ibu disarankan untuk menyusui bayi selama 4 hingga 6 jam di malam hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saat Meriang, Bolehkah Ibu Tetap Menyusui?

Saat Meriang, Bolehkah Ibu Tetap Menyusui?

Health | Jum'at, 25 November 2016 | 19:21 WIB

ASI Tak Keluar Usai Melahirkan, Ini Penyebabnya

ASI Tak Keluar Usai Melahirkan, Ini Penyebabnya

Health | Selasa, 09 Agustus 2016 | 15:09 WIB

ASI Eksklusif Lindungi Anak dari Kanker

ASI Eksklusif Lindungi Anak dari Kanker

Health | Senin, 08 Agustus 2016 | 12:33 WIB

Ini Mengapa Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Ini Mengapa Menyusui Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health | Minggu, 07 Agustus 2016 | 20:12 WIB

Adakah Posisi Terbaik untuk Menyusui?

Adakah Posisi Terbaik untuk Menyusui?

Health | Sabtu, 06 Agustus 2016 | 08:47 WIB

Ibu Menyusui Sebaiknya Hindari Tujuh Makanan Ini

Ibu Menyusui Sebaiknya Hindari Tujuh Makanan Ini

Health | Selasa, 02 Agustus 2016 | 09:53 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×