Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Sulit Hamil!

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 04 Januari 2017 | 21:05 WIB
Hati-hati, Pelumas Seks Bisa Bikin Sulit Hamil!
Ilustrasi kondom dan pelumas vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Anda dan pasangan sedang mencoba untuk hamil tapi belum juga berhasil? Bisa jadi kuncinya ada di metode saat Anda berhubungan seks.

Bercinta di saat yang tepat saja tidak cukup bila Anda dan pasangan menginginkan terjadi kehamilan. Anda juga perlu bercinta dengan cara yang tepat.

Jika selama ini Anda dan pasangan menggunakan pelumas vagina alias lubrikan buatan pabrik untuk membantu proses penetrasi, Anda perlu berhati-hati. Mengapa? Karena pelumas yang biasanya dipakai saat berhubungan seks ternyata bisa berdampak buruk pada peluang kehamilan.

Mengutip dari hellosehat.com, sebuah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelumas vagina berisiko membunuh dan menurunkan kualitas sel sperma. Untuk mencari tahu lebih lanjut bagaimana pelumas perempuan bikin susah hamil, baca terus informasi lengkap di bawah ini.

Apa Itu Pelumas Vagina?
Pelumas vagina juga dikenal sebagai lubrikan. Pelumas buatan pabrik ini bentuknya bermacam-macam, bisa berupa gel atau seperti losion. Fungsinya adalah mengurangi gesekan atau risiko luka ketika penis berpenetrasi ke dalam vagina.

Dengan menggunakan pelumas, penetrasi bisa dilakukan dengan lebih lancar tanpa rasa sakit, baik bagi lelaki atau perempuan.

Perempuan sebenarnya bisa menghasilkan pelumas yang alami. Pelumas tersebut adalah cairan vagina.

Nah, cairan vagina ini bisa diproduksi ketika perempuan merasa bergairah dan menerima rangsangan seksual. Akan tetapi, kadang cairan yang dihasilkan tak cukup banyak sehingga penetrasi penis masih terasa menyakitkan.

Inilah yang disebut dengan kondisi vagina kering. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya proses penuaan, perubahan hormon, muncul kecemasan dan stres, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Pelumas perempuan atau lubrikan ini tentu sangat berguna untuk pasangan yang sedang mencoba hamil. Pasalnya, Anda mungkin akan cukup sering bercinta di masa subur perempuan untuk meningkatkan peluang pembuahan.

Di sisi lain, Anda bisa saja merasa cemas dan stres karena ada tekanan saat bercinta, yaitu harus cepat hamil. Anda dan pasangan juga bisa jadi kehilangan gairah bercinta seperti biasanya karena tekanan psikologis ini.

Akibatnya, vagina jadi kekurangan cairan. Pada saat-saat seperti ini kehadiran pelumas sangat dibutuhkan.

Efek Samping Pakai Pelumas saat Mencoba Hamil
Meskipun pelumas perempuan buatan pabrik bisa membantu pasangan yang ingin cepat hamil saat berhubungan seks, hati-hati dengan risikonya. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pelumas vagina bikin susah hamil.

Salah satu studi yang dilakukan oleh American Society for Reproductive Medicine membuktikan bahwa pelumas tertentu bisa menghentikan atau memperlambat laju sel sperma menuju sel telur dan merusak DNA sel sperma laki-laki.  

Tak seperti cairan vagina alami yang diproduksi perempuan, tingkat keasaman (pH) pelumas vagina yang diproduksi di pabrik lebih tinggi. Karena keasaman ini, kualitas sel sperma pun akan menurun.

Akibatnya, sel sperma mungkin tak akan bisa mencapai rahim dan membuahi sel telur. Bahkan beberapa produk pelumas perempuan kadar keasamannya begitu tinggi sampai-sampai bisa membunuh sel sperma.

Selain itu, pelumas perempuan yang Anda beli di toko-toko juga lebih kental dan pekat daripada cairan vagina. Ketika dioleskan pada area di sekitar vagina, lubrikan ini justru akan menghalangi sel sperma masuk dan melakukan pembuahan.
Karena biasanya mengandung air, besar kemungkinan air mani lelaki yang mengandung sel sperma akan tercampur dengan kandungan air tersebut. Karena itu, kualitas sperma pun menurun karena sudah terkontaminasi.

Pengganti Pelumas saat Mencoba Hamil
Supaya Anda dan pasangan bisa tetap berhubungan seks tanpa rasa sakit ketika mencoba hamil, Anda perlu menyiasati masalah vagina yang terlalu kering. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pemanasan atau foreplay yang lebih lama bersama pasangan.

Tak perlu buru-buru langsung penetrasi kalau perempuan belum benar-benar basah karena gairah. Mencoba berbagai posisi baru atau menggunakan sex toy juga bisa jadi trik agar seks tak terasa hambar lagi.

Jika cara tersebut belum juga berhasil, pilih pelumas wanita yang lebih alami. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility pada 2014 berhasil membandingkan berbagai alternatif pelumas pabrik yang aman bagi peluang kehamilan Anda.

Pelumas tersebut adalah baby oil dan minyak canola. Kedua minyak ini tidak memberikan efek samping bagi sel sperma. Namun, pilihlah yang paling murni dan kualitasnya terjamin.

Beberapa jenis produk minyak canola dan baby oil sudah diberi tambahan pewangi atau bahan kimia yang bisa mengubah struktur serta tingkat keasaman pelumas tersebut. Selamat mencoba!



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Hal Terlarang yang Dilakukan Saat Bercinta

Lima Hal Terlarang yang Dilakukan Saat Bercinta

Lifestyle | Selasa, 03 Januari 2017 | 21:09 WIB

Masturbasi Bikin Lutut Kopong?

Masturbasi Bikin Lutut Kopong?

Lifestyle | Jum'at, 23 Desember 2016 | 20:30 WIB

Jangan Lakukan Lima Hal Ini Setelah Berhubungan Seks

Jangan Lakukan Lima Hal Ini Setelah Berhubungan Seks

Lifestyle | Jum'at, 16 Desember 2016 | 21:10 WIB

Ini Dia Cara Foreplay yang Sering Dilewati Pasangan

Ini Dia Cara Foreplay yang Sering Dilewati Pasangan

Lifestyle | Rabu, 05 Oktober 2016 | 21:14 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB