Ini Kelainan Bawaan Terbanyak pada Bayi di Indonesia

Arsito Hidayatullah, Firsta Nodia

Senin, 20 Maret 2017 | 16:04 WIB
Ini Kelainan Bawaan Terbanyak pada Bayi di Indonesia
Ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Di dunia, diperkirakan enam persen bayi atau sekitar 7,9 juta bayi lahir dengan kelainan bawaan. Di Indonesia, kelainan bawaan menyumbang tujuh persen kematian pada balita.

Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, dr Eni Gustina MPH, mengatakan bahwa dari 494 kasus kelainan bawaan di Indonesia yang dilaporkan hingga Desember 2016 lalu, kelainan Congenital Talipes Equino-Varus (CTEV) atau juga disebut dengan kaki O pada masyarakat awam, menempati kasus terbanyak di Indonesia yakni sekitar 102 kasus (20,6 persen).

Disusul kemudian dengan kelainan Neural Tube Defects atau cacat bawaan di mana tabung saraf tidak dapat menutup dengan sempurna dan bibir sumbing sebanyak 99 kasus (20%), Omphalochele sebanyak 58 kasus (11,7%), Atresia Ani atau lahir tanpa anus sebanyak 50 kasus (10,1%), dan Gastroschisis atau kelainan pada dinding perut sebanyak 27 kasus (5,5%).

"Data ini hanya mencakup orangtua yang melaporkan kelainan bawaan anaknya di 19 rumah sakit surveilans kelainan bawaan di Indonesia. Yang tidak melaporkan karena malu anaknya cacat sejak lahir, belum ketahuan berapa. Padahal data ini penting, agar bisa ditentukan intervensi untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat kelainan bawaan," ujar dr Eni pada temu media di Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Eni, penyebab dari kelainan bawaan pada bayi di Indonesia dipengaruhi berbagai hal, seperti faktor sosio ekonomi, perkawinan saudara, infeksi sifilis atau rubella selama kehamilan, nutrisi, serta paparan bahan kimia seperti asap rokok, polusi udara, alkohol, obat-obatan, bahkan pestisida.

"Jadi jika 2012 lalu penyebab kematian balita kebanyakan disebabkan karena infeksi, pneumonia dan campak, sekarang trennya berubah lebih ke kelainan bawaan yang menyumbang 90 persen kematian pada bayi berusia 0-28 hari," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penjelasan Perempuan Hamil Bisa Hamil Lagi

Ini Penjelasan Perempuan Hamil Bisa Hamil Lagi

Health | Kamis, 09 Maret 2017 | 11:42 WIB

Bayi Langka di Kandungan Selama 37 Tahun, Kini Diawetkan

Bayi Langka di Kandungan Selama 37 Tahun, Kini Diawetkan

News | Rabu, 08 Maret 2017 | 14:23 WIB

Bayi Sulit Tidur? Coba 6 Tips Ini

Bayi Sulit Tidur? Coba 6 Tips Ini

Health | Kamis, 16 Februari 2017 | 20:49 WIB

Perempuan Berusia 64 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Perempuan Berusia 64 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

Health | Kamis, 16 Februari 2017 | 10:34 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×