Kenali Gejala Diabetes dengan 4P

Dythia Novianty | Firsta Nodia | Suara.com

Senin, 17 April 2017 | 17:04 WIB
Kenali Gejala Diabetes dengan 4P
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Suara.com - Diabetes melitus adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Itu sebabnya penyakit ini juga dikenal dengan sebutan kencing manis.

Data Indonesia Diabetes Federation menyebutkan, Indonesia menempati urutan ke-7 dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Sebagian besar kasus diabetes melitus (DM) yang ada di Indonesia merupakan DM tipe 2, disebabkan faktor gaya hidup tak sehat.

Lalu apa saja gejala yang harus diwaspadai jika mengidap diabetes melitus? Medical Manager PT Kalbe Farma, dr Pande Made Satrya DP mengatakan bahwa masyarakat bisa dengan mudah mengenali gejala diabetes melalui kondisi 4P, antara lain polidpsi, poliuri, polifagia, dan penurunan berat badan secara drastis.

Polidipsi, tambah dr Pande, merupakan rasa haus berlebihan meski seseorang sudah minum banyak dan dalam kondisi tidak dalam aktivtas yang melelahkan. Sedangkan poliuri, merupakan kondisi dimana seseorang sering kencing terutama di malam hari.

Polifagia, merujuk pada kondisi rasa lapar yang muncul lebih sering meski seseorang sudah makan.

"Sedangkan untuk penurunan berat badan pada penderita diabetes itu sifatnya drastis. Kalau turun 5-10 kilogram per bulan kita harus curiga, apalagi jika disertai dengan rasa haus, sering kencing dan terus merasa lapar," ujar dr Made pada media workshop Peringatan Hari Diabetes, Senin (17/4/2017).

Jika mengalami gejala diatas, dr Made menghimbau agar seseorang melakukan pemeriksaan gula darah untuk mendeteksi ada tidaknya risiko diabetes. Beberapa pemeriksaan yang bisa mendeteksi diabetes antara lain tes HbA1C, tes gula darah puasa, atau tes gula darah setelah makan.

"Untuk tes HbA1C, seseorang dikatakan mengalami diabetes jika memiliki nilai diatas 6.5 persen. Untuk tes glukosa darah puasa maka jika nilainya diatas 126 mg/dL maka seseorang bisa dikatakan menderita diabetes, dan untuk tes gula darah setelah makan jika nilainya diatas 200 mg/dL maka pasien dikatakan diabetes," tambah dia.

Ketika seseorang didiagnosis mengalami pre-diabetes, dr Made mengatakan bahwa sebenarnya komplikasi pada bagian makrovaskuler atau pembuluh darah besar yang memicu stroke dan serangan jantung telah berjalan.

"Makanya saya bilang diabetes bukan terjadi baru kemarin, tapi sudah berlangsung lama. Ketika pasien menderita diabetes maka tidak hanya terjadi kompikasi makrovaskuler tapi juga mikrovaskuler atau di pembuluh darah kecil seperti mata kabur, gangguan neuropati dan lainnya," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bagaimana Cara Agar Tak Mendengkur Saat Tidur?

Bagaimana Cara Agar Tak Mendengkur Saat Tidur?

Health | Selasa, 11 April 2017 | 18:22 WIB

Cara Cespleng Mengusir Flu

Cara Cespleng Mengusir Flu

Health | Kamis, 06 April 2017 | 12:58 WIB

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Keperawanan

Yang Perlu Anda Tahu Tentang Keperawanan

Health | Selasa, 04 April 2017 | 18:30 WIB

Sakit Perut Bagian Bawah, Penyakit Apa?

Sakit Perut Bagian Bawah, Penyakit Apa?

Health | Selasa, 04 April 2017 | 11:54 WIB

Siklus Haid Tak Teratur Karena Kontrasepsi, Apa Solusinya?

Siklus Haid Tak Teratur Karena Kontrasepsi, Apa Solusinya?

Health | Senin, 03 April 2017 | 18:20 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB