Hati-hati, 10 Hal Tak Terduga Ini Sebabkan Gula Darah Naik

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 23 November 2016 | 20:07 WIB
Hati-hati, 10 Hal Tak Terduga Ini Sebabkan Gula Darah Naik
Ilustrasi tes gula darah. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini hanya dapat dikontrol, serta dikendalikan.

Nah, hal yang harus dikendalikan adalah gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu penderita diabetes melitus harus menghindari berbagai hal yang dapat meningkatkan gula darahnya.

Lantas, apa saja yang dapat membuat gula darah naik atau tidak terkontrol? Berikut penjelasan yang dihimpun hellosehat.com.

1. Pemanis buatan
Banyak orang yang menderita diabetes melitus menganggap bahwa aman untuk mengonsumsi makan atau minuman yang tidak mengandung gula atau berlabel sugar-free. Atau, mereka mengganti gula mereka dengan gula buatan atau artificial sweeteners yang menurut mereka juga lebih aman jika dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Namun ternyata, pemanis buatan tidak sepenuhnya aman untuk dikonsumsi. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada 17 orang yang mengalami obesitas, diketahui bahwa kadar gula darah dalam tubuh mereka meningkat ketika mengonsumsi minuman yang mengandung gula buatan dibandingkan dengan ketika mereka mengonsumsi air mineral.

Sama dengan hasil penelitian yang dipublikasikan di The Journal Nature pada tahun 2014 yang melaporkan bahwa konsumsi minuman dengan gula buatan yang berlabel ‘nol kalori’ pada orang sehat (bukan penderita diabetes), dapat menyebabkan intoleransi glukosa, peningkatan kadar gula darah, dan berisiko mengalami diabetes mellitus tipe 2.

Namun, beberapa penelitian lain yang tidak menemukan efek pada konsumsi minuman dengan gula buatan tersebut. Yang jelas, untuk penderita diabetes lebih dianjurkan lebih sering mengonsumsi air mineral atau air putih biasa ketimbang berbagai minuman yang memiliki rasa dan berkalori, walaupun sudah menggunakan gula buatan ‘nol kalori’.

2. Dehidrasi
Kejadian dehidrasi ternyata dapat berbahaya untuk penderita diabetes melitus. Pada orang normal dan sehat, mengalami dehidrasi dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh karena aliran darah dalam tubuh kekurangan cairan dan lebih mengental.

Hubungan ini juga dapat terjadi sebaliknya, ketika gula darah meningkat maka tubuh akan mengeluarkan urine lebih banyak, oleh karena itu dehidrasi terjadi.

Penderita diabetes harus membiasakan diri untuk mengonsumsi air mineral, bukan lagi 8 gelas per hari namun meminum air mineral sesuai dengan kebutuhannya agar terdehidrasi dengan baik. Semakin tinggi aktivitas fisik yang dilakukan, maka semakin banyak kebutuhan air yang dibutuhkan tubuh.

Jika Anda susah untuk mengonsumsi air mineral karena tak suka rasanya, Anda dapat menambahkan potongan buah seperti lemon, daun mint, atau stroberi. Hal ini akan menambahkan rasa segar dari air mineral.

Hindari minuman yang manis, walaupun memiliki kalori yang lebih rendah atau tidak memiliki kalori sama sekali.

3. Mengonsumsi Obat-obatan
Beberapa obat memiliki efek samping pada peningkatan kadar gula darah dalam tubuh, seperti obat antidpressan, steroid yang berfungsi untuk mengobati asma, penyakit autoimun, serta inflamasi dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis.

Mengonsumsi pil KB juga mempengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu The American Diabetes Association menyarankan untuk mengonsumsi pil KB kombinasi, yaitu dengan norgestimate dan estrogen sintetis. Selain itu jika Anda memiliki diabetes melitus dan sedang mengalami penyakit lain juga, konsultasikan dan bicarakan hal tersebut kepada dokter, untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

4. Fenomena Fajar
Semua orang mengalami fenomena fajar. Fenomena fajar atau dawn phenomenon merupakan kondisi di mana tubuh mengalami peningkatan sejumlah hormon yang dapat meningkatkan gula darah secara drastis.

Kejadian ini biasa terjadi pada pukul 2 hingga 8 pagi, di mana tubuh mengeluarkan hormon seperti hormon pertumbuhan, kortisol, glukagon, dan epineprin, yang dapat meningkatkan resistensi insulin sehingga gula darah naik.

Pada orang yang mengalami diabetes, insulin yang sudah ada sebelumnya tidak bekerja dengan baik, kemudian terjadi fenomena fajar yang membuat kerja insulin semakin terhambat. Hal inilah yang dapat menyebabkan peningkatan gula darah sangat tinggi.

Oleh karena penderita diabetes disarankan untuk tidak mengonsumsi makan malam terlalu larut dan melakukan aktivitas fisik setelah makan malam.

5. Menstruasi
Perubahan hormon pada masa menstruasi ternyata mempengaruhi kadar gula darah. Kadar hormon yang tidak stabil pada perempuan yang sedang memasuki masa menstruasi, dapat menurunkan sensitivitas insulin yang menyebabkan kadar gula darah naik bagi sebagian perempuan. Biasanya hal ini terjadi seminggu sebelum menstruasi terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Yogurt Jali Efektif Turunkan Gula Darah

Studi: Yogurt Jali Efektif Turunkan Gula Darah

Health | Jum'at, 18 November 2016 | 09:33 WIB

Urine Penderita Diabetes Rasanya Manis?

Urine Penderita Diabetes Rasanya Manis?

Health | Minggu, 13 November 2016 | 13:34 WIB

Ini yang Bikin Diabetesi di Indonesia Cukup tinggi

Ini yang Bikin Diabetesi di Indonesia Cukup tinggi

Health | Senin, 19 September 2016 | 14:03 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB