Array

Tes Mata Terbaru Bisa Mendeteksi Dini Glukoma

Senin, 01 Mei 2017 | 14:34 WIB
Tes Mata Terbaru Bisa Mendeteksi Dini Glukoma
Ilustrasi pemeriksaan mata. [Shutterstock]

Suara.com - Glukoma telah mempengaruhi sekitar 60 juta orang di seluruh dunia, dengan satu dari 10 orang penderita kehilangan penglihatan total di kedua matanya. Melihat fenomena tersebut, periset telah mengembangkan tes mata sederhana yang dapat membantu mengatasi glukoma sebagai penyebab global kebutaan, dengan mendeteksi timbulnya penyakit pada tahap awal.

Kehilangan penglihatan pada penderita glukoma disebabkan oleh kematian sel di retina pada bagian belakang mata. Kematian sel ini disebut apoptosis. Teknik baru yang disebut DARC adalah singkatan dari Detection of Apoptosing Retinal Cells atau deteksi sel retina apoptosis.

Seperti dilansir Zeenews, teknik ini menggunakan fluoresen yang dikembangkan khusus dan menempel pada protein sel saat disuntikkan ke pasien. Sel-sel sakit tampak seperti bintik-bintik neon putih selama pemeriksaan mata.

Dalam uji klinis, apa yang dikembangkan oleh para periset di University College London (UCL) dan Western Eye Hospital di Inggris itu memungkinkan dokter melihat kematian sel saraf individu yang berada di belakang mata.

"Mendeteksi glukoma dini sangat penting, karena gejalanya tidak selalu jelas. Meski telah membaik, kebanyakan pasien kehilangan sepertiga penglihatan pada saat mereka didiagnosis," kata Profesor Francesca Cordeiro dari UCL Institute of Ophthalmology.

"Sekarang, untuk pertama kalinya, kami dapat menunjukkan kematian sel secara individu dan mendeteksi tanda glukoma awal. Meskipun kami tidak dapat menyembuhkan penyakit ini, tes kami berarti pengobatan dapat dimulai sebelum gejala dimulai," tambahnya.

Uji klinis awal dilakukan pada sejumlah kecil pasien glukoma, yang dibandingkan dengan tes pada orang sehat. Uji klinis awal menetapkan keamanan tes untuk pasien.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal BRAIN, para periset percaya bahwa tes tersebut memiliki potensi untuk diagnosis dini kondisi neurologis degeneratif lainnya, termasuk Parkinson, Alzheimer dan multiple sclerosis.

"Ke depan, tes ini juga bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit neuro-degeneratif lainnya," kata Cordeiro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI