Studi: Anoreksia, Penyebabnya Bisa Jadi Genetik

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 14 Mei 2017 | 09:27 WIB
Studi: Anoreksia, Penyebabnya Bisa Jadi Genetik
Ilustrasi perempuan yang mengalami anoreksia. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan dari University of North Carolina menemukan gen yang diduga menyebabkan 'kelainan makan' pada beberapa orang. Mereka mengatakan, bisa jadi ini adalah bukti pertama bahwa anoreksia ternyata bersifat genetik.

Sampai saat ini, gangguan makan telah digolongkan sebagai gangguan kejiwaan murni. Namun sebuah studi penting oleh University of North Carolina telah mengidentifikasi lokus genetik pertama (posisi pada kromosom) untuk anoreksia nervosa.

Penelitian ini merupakan studi genetik anoreksia nervosa yang paling kuat yang pernah dilakukan sampai saat ini, mencakup analisis DNA genome dari 3.495 individu penderita anoreksia nervosa dan 10.982 individu yang tidak menderita gangguan anoreksia. Jika variasi genetik tertentu secara signifikan lebih sering terjadi pada orang dengan gangguan dibandingkan dengan orang yang tidak terpengaruh, variasi tersebut dikatakan 'terkait' dengan kelainan ini.

Menurut National Human Genome Research Institute, variasi genetik dapat menjadi petunjuk kuat untuk daerah genom manusia di mana beberapa penyebab masalah gangguan berada.

"Kami mengidentifikasi satu lokus signifikan genome untuk anoreksia nervosa pada kromosom 12, di wilayah yang sebelumnya terbukti terkait dengan diabetes tipe 1 dan gangguan autoimun," kata peneliti utama Dr Cynthia Bulik, direktur pendiri Pusat Keunggulan UNC untuk Makan Gangguan.

"Kami juga menghitung korelasi genetik - sejauh mana berbagai sifat dan kelainan disebabkan oleh gen yang sama," kata Dr Bulik dilansir Daily Mail.

Anorexia nervosa secara signifikan berkorelasi secara genetis dengan neurotisisme dan skizofrenia yang mendukung gagasan bahwa anoreksia benar-benar penyakit kejiwaan.  "Tapi, tak disangka, kami juga menemukan korelasi genetik yang kuat dengan berbagai fitur metabolik termasuk komposisi tubuh (BMI) dan metabolisme insulin-glukosa. Temuan ini mendorong kita untuk melihat lebih dalam tentang bagaimana faktor metabolik meningkatkan risiko anoreksia nervosa," kata Dr Bulik.

Penelitian ini dilakukan oleh Kelompok Kerja Gangguan Makan Kardiologis Psikiatri, sebuah kolaborasi peneliti internasional di beberapa institusi di seluruh dunia.

"Di era sains tim rembukan, kami membawa 220 ilmuwan dan dokter bersama-sama untuk mencapai ukuran sampel yang besar ini. Tanpa kolaborasi ini, kami tidak akan pernah dapat menemukan bahwa anoreksia memiliki akar psikiatri dan metabolik," kata Dr Gerome Breen dari King's College London.

"Bekerja dengan kumpulan data yang besar memungkinkan kita membuat penemuan yang tidak akan mungkin dilakukan dalam studi yang lebih kecil," kata Dr Laramie Duncan dari Stanford University, yang menjabat sebagai analis utama dalam proyek tersebut.

Para peneliti terus meningkatkan ukuran sampel dan melihat ini sebagai awal penemuan genom di anoreksia nervosa. Hasilnya, peneliti dapat mengembangkan atau mengganti obat untuk pengobatan yang saat ini tidak ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Ciri Orang Alami Gangguan Makan

Ini Ciri Orang Alami Gangguan Makan

Health | Jum'at, 03 Maret 2017 | 20:56 WIB

Di Prancis, Model yang Terlalu Kurus Bisa Dipenjara

Di Prancis, Model yang Terlalu Kurus Bisa Dipenjara

Lifestyle | Jum'at, 18 Desember 2015 | 17:47 WIB

Derita Anoreksia, Berat Perempuan 37 Tahun Ini Hanya 20 Kilogram

Derita Anoreksia, Berat Perempuan 37 Tahun Ini Hanya 20 Kilogram

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2015 | 17:50 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB