Bayi Ini Lahir dengan 2 Batang Tubuh, 4 Lengan dan Kaki

Chaerunnisa | Suara.com

Senin, 26 Juni 2017 | 07:20 WIB
Bayi Ini Lahir dengan 2 Batang Tubuh, 4 Lengan dan Kaki
Seorang pegang kaki bayi kembarnya yang lahir prematur. [shutterstock]

Suara.com - Seorang bayi perempuan lahir di India dengan dua torso atau batang tubuh, empat lengan dan empat kaki. Bayi tersebut meninggal tak lama setelah kelahirannya, Jumat (23/6).

Rekaman CCTV di dalam rumah sakit menunjukkan bayi yang cacat bentuknya tergeletak di tempat tidur yang terhubung dengan mesin sebelum meninggal.

Massa antre di luar rumah sakit di Lakhisarai, Bihar, untuk melihat bayi tersebut setelah berita menyebar tentang kelahirannya.

Mum Savita Devi, ibu bayi tersebut mengatakan, dirinya syok setelah kehilangan bayinya. Namun, dia mencoba untuk ikhlas.

"Saya rasa apapun yang terjadi itu terjadi untuk selamanya. Jika bayi saya hidup dengan cacat ini, setiap hari dalam hidupnya akan seperti kematian," ungkapnya.

Senada dengan sang istri, Suresh Saw yang berprofesi sebagai petani juga menganggap kehilangan putrinya hal terbaik.  

"Kami merawat setiap saat selama kehamilan. Kami berharap bisa menyambut bayi yang sehat. Tapi takdir berencana lain. Kami dikaruniai bayi cacat. Saya tidak tahu apakah akan bahagia atau merasa kasihan pada anak malang itu. Tuhan pasti telah mengutuk kita karena dosa, yang telah kita lakukan di kehidupan kita sebelumnya," ujarnya.

Bayi itu dilarikan ke unit perawatan intensif setelah kondisinya mulai memburuk.

Dr Mukesh Kumar mengatakan, bayi tersebut tidak dapat diselamatkan karena sepenuhnya tidak berkembang.

"Ini disebut deformitas bawaan. Janin tidak tumbuh dengan baik di rahim karena beberapa alasan. Yaitu kondisi yang sangat langka di mana kembar siam tidak terbentuk sepenuhnya. Alih-alih menumbuhkan tubuh yang terpisah, anggota tubuh bayi lainnya yang belum berkembang menyerapnya sebagai hasil polymelia. Kelainan langka terjadi di rahim saat sel terbentuk secara tidak normal selama perkembangan embrio," jelasnya seperti dikutip dari Mirror.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bunda,  Sering Ganti Popok Bayi Saat Mudik Ya!

Bunda, Sering Ganti Popok Bayi Saat Mudik Ya!

Health | Rabu, 21 Juni 2017 | 12:08 WIB

Bunda Jangan Panik, Bayi Menangis Ada Lima Manfaat

Bunda Jangan Panik, Bayi Menangis Ada Lima Manfaat

Health | Rabu, 21 Juni 2017 | 06:51 WIB

Bayi Sering Kentut, Normalkah?

Bayi Sering Kentut, Normalkah?

Health | Senin, 19 Juni 2017 | 17:50 WIB

Bayi Tidur Lebih Lama di Siang Hari, Wajarkah?

Bayi Tidur Lebih Lama di Siang Hari, Wajarkah?

Health | Jum'at, 16 Juni 2017 | 16:09 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB