Hati-hati, Perempuan dengan Kondisi Ini Berisiko Turun Peranakan!

Ririn Indriani

Senin, 10 Juli 2017 | 09:31 WIB
Hati-hati, Perempuan dengan Kondisi Ini Berisiko Turun Peranakan!
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak perempuan yang khawatir bila mengalami turun peranakan. Kondisi ini, katanya bisa terjadi bila perempuan sering mengangkat barang yang berat atau beberapa kali mengalami kelahiran.

Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan turun peranakan? Apa pula dampaknya bagi kesehatan perempuan, dan benarkan turun peranakan bisa terjadi bila perempuan sudah beberapa kali mengalami persalinan atau sering mengangkat barang yang berat? Simak ulasan yang dihimpun hellosehat.com.

Turun peranakan atau prolaps uteri adalah kondisi rahim yang bergerak keluar dari posisi normal, sehingga posisinya turun dan menonjol di dalam vagina.

Biasanya, rahim berada di atas vagina, ditahan oleh otot dan ligamen. Ketika peranakan turun, otot dan ligamen membentang dan menjadi lemah dalam menahan rahim dengan baik.

Rahim jatuh perlahan dan bergerak keluar dari posisi normal, keluar ke dalam vagina. Kandung kemih (pembawa urine), uretra (saluran urine), dan kolorektal (otot tabung yang mengontrol usus) juga bisa ikut turun seperti rahim.

Pengobatannya akan tergantung pada tingkat penurunan. Peranakan turun yang tidak diobati dapat menyebabkan serviks borok dan meningkatkan risiko infeksi atau cedera pada organ panggul.

Seberapa umumkah turun peranakan (prolaps uteri)? Turun peranakan dapat terjadi pada perempuan segala usia, tapi biasanya memengaruhi perempuan setelah menopause dan yang pernah melahirkan normal setidaknya satu kali.

Tanda-tanda dan Gejala
Gejala turun peranakan adalah perut merasa tegang, kembung, nyeri panggul parah, dan sakit perut. Kadang terasa juga nyeri punggung, khususnya ketika mengangkat benda berat, dan nyeri saat berhubungan seks.

Pasien mungkin merasa ada pembengkakan di vagina saat pemeriksaan diri menggunakan tangan. Dalam kasus terburuk, Anda bisa melihat ada penghambatan dari luar rahim vagina. Karena kandung kemih, uretra, dan anus mungkin turun bersamaan dengan rahim, maka akan muncul gejala seperti, sakit saat buang air, keluar urine tanpa noda saat tertawa, bersin, atau batuk, dan usus bermasalah.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tak ada dalam uraian tersebut. Jika Anda khawatir tentang gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Konsultasi dan pemeriksaan keluhan ini sangat penting dilakukan, karena peranakan turun yang tidak diobati dapat menyebabkan serviks borok dan meningkatkan risiko infeksi atau cedera organ panggul.

Oleh karena itu Anda sebaiknya segera temui dokter, terutama bila mengalami kondisi sebagai berikut:
1. Perdarahan vagina abnormal, dysuria, atau memiliki masalah saat buang air
2. Menyadari gejalanya tidak membaik setelah tiga bulan terapi atau berolahraga

Apa Penyebab Turun Peranakan?
Turun peranakan sering disebabkan kehamilan dan kelahiran. Semakin sering Anda hamil, semakin rentan Anda. Janin besar, persalinan yang lama, dan menggunakan kekuatan berlebihan saat melahirkan akan meningkatkan risiko.

Penyebab lainnya yaitu: usia, kelebihan berat badan, keseimbangan tubuh, dan membawa barang-barang berat. Penyakit ini dapat terjadi jika ada peningkatan tekanan patologis pada perut, seperti batuk dan sembelit yang disebabkan merokok.

Lantas, siapa saja perempuan yang berisiko turun peranakan? Ada banyak faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan mengalami turun peranakan, yaitu:
1. Hamil dan melahirkan lebih dari sekali
2. Usia tua
3. Sering membawa barang-barang berat
4. Batuk kronis
5. Sejarah operasi panggul
6. Sering mendorong perut saat buang air
7. Penyakit turunan yang menyebabkan lemahnya jaringan penghubung
8. Lemak

Obat dan Pengobatan
Pengobatan tergantung pada tingkat penyakit, usia, aktivitas seksual, penyakit panggul, dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Jika gejalanya ringan, turun peranakan dapat diobati dengan terapi sebagai berikut:

1. Melakukan latihan Kegel untuk membantu memperkuat otot dan ligamen dalam menahan rahim dan vagina pada tempat yang seharusnya
2. Terapi hormon: krim hormon juga dapat membantu otot dan ligamen lebih kuat
3. Gunakan cincin di dalam vagina untuk menahan rahim di tempatnya.
4. Selain itu peranakan turun yang parah akan membutuhkan operasi, kadang-kadang bisa sampai dibutuhkan histerektomi.

Apa saja tes untuk mendiagnosis turun peranakan (prolaps uteri)? Dokter akan mendiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul dan tes Pap. Selama pemeriksaan, dokter Anda dapat meminta Anda membungkuk, untuk membantu dokter memeriksa seberapa jauh peranakan turun ke vagina.

Untuk mengecek kekuatan otot panggul, dokter akan meminta Anda mengernyitkan badan Anda, seperti ketika Anda menahan kencing. Anda akan diperiksa dalam keadaan berbaring dan berdiri.

Anda mungkin mengisi kuisioner untuk membantu dokter memeriksa apakah peranakan turun memengaruhi kualitas hidup Anda. Informasi ini juga membantu untuk memiliki pilihan pengobatan yang tepat.

Tes lainnya termasuk USG panggul, CT, dan biopsi (untuk mengendalikan tumor di rahim). Metode ini tidak selalu menguntungkan untuk diagnosis rahim tapi bisa menilai seberapa parah penyakitnya.

Pengobatan di Rumah
Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi peranakan turun:
1. Lakukan latihan Kegel setiap hari. Lakukan rutin untuk memperkuat otot
2. Turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
Buat keseimbangan tubuh, makan makanan bernutrisi, minum banyak air,dan makan makanan yang mengandung serat untuk menghindari sembelit
3. Hindari membawa banyak barang berat
4. Coba kendalikan batuk

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cukur Rambut Kemaluan, Anda Bakal Kehilangan Lima Manfaat Ini

Cukur Rambut Kemaluan, Anda Bakal Kehilangan Lima Manfaat Ini

Lifestyle | Rabu, 05 Juli 2017 | 21:16 WIB

Semakin Lama Menopause, Ini yang Dialami pada Tubuh Perempuan

Semakin Lama Menopause, Ini yang Dialami pada Tubuh Perempuan

Health | Senin, 03 Juli 2017 | 14:08 WIB

Jaga Kebersihan Organ Intim, Bisa Bikin Suami Makin Lengket!

Jaga Kebersihan Organ Intim, Bisa Bikin Suami Makin Lengket!

Lifestyle | Jum'at, 19 Mei 2017 | 20:17 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB