Duh, Kita Selama Ini Makan Ikan yang Terpapar Mikroplastik?

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Kamis, 27 Juli 2017 | 16:00 WIB
Duh, Kita Selama Ini Makan Ikan yang Terpapar Mikroplastik?
Ilustrasi makanan berbasis ikan (Pixalar)

Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkapkan, mikropartikel plastik masuk ke dalam daging ikan yang dimakan manusia. Tim ilmuwan dari Malaysia dan Prancis menemukan sebanyak 36 potongan plastik kecil di tubuh 120 ikan makarel, teri, belanak dan croaker.

Mereka memperingatkan, bahwa saat plastik menarik racun lingkungan, racun ini dapat dilepaskan ke tubuh seseorang setelah mereka memakan ikan tersebut. Jenis plastik yang ditemukan, di antaranya nilon, polistiren dan polietilena.

"Distribusi mikroplastik yang tersebar luas di air telah mencemari beragam biota perairan, termasuk yang dijual untuk dikonsumsi manusia seperti kerang. Karena itu, produk makanan laut bisa menjadi jalur utama paparan manusia terhadap mikroplastik," kata peneliti dalam jurnal Scientific Reports.

Microplastik diyakini memiliki efek berbahaya karena menjadi media untuk memfasilitasi pengangkutan senyawa toksik, seperti logam berat dan polutan organik yang persisten ke tubuh organisme. Setelah dikonsumsi, bahan kimia ini bisa dilepaskan, dan menyebabkan toksisitas.

Mereka memperkirakan, orang-orang yang mengonsumsi ikan-ikan yang diperiksa dalam penelitian ini, baik yang sudah dikeringkan dan dijual di seluruh Malaysia dan negara-negara tetangga, mengonsumsi hingga 246 buah mikroplastik setahun.

"Mayoritas ikan yang diuji dalam penelitian ini tidak mengandung mikroplastik. Oleh karena itu, kecil kemungkinan seseorang akan menelan jumlah mikroplastik maksimum per tahun," ungkap peneliti.

Peneliti juga mengatakan, tidak jelas apakah partikel tersebut benar-benar membawa bahan kimia beracun atau tidak, sehingga mereka tidak dapat mengevaluasi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi ikan kering saat ini. Namun, mereka tetap menyarankan untuk terus memantau tingkat kontaminasi.

"Kenaikan pembuangan plastik ditambah dengan fragmentasi terus menerus tenti dapat meningkatkan konsentrasi mikroplastik dari waktu ke waktu. Dengan demikian, penting untuk secara teratur menilai beban mikroplastik dalam produk makanan laut, termasuk ikan kering," tulis para peneliti lagi.

Penelitian lain menunjukkan, kerang bisa menjadi sumber mikroplastik yang lebih besar lagi dalam makanan manusia.

Mereka mencatat bahwa diperkirakan bahwa "konsumen kerang top Eropa" mungkin mengonsumsi hingga 11 ribu potongan mikroplastik setahun. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konsumsi Makanan Laut Bisa Picu Kolesterol? Ini Kata Ahli Gizi

Konsumsi Makanan Laut Bisa Picu Kolesterol? Ini Kata Ahli Gizi

Health | Selasa, 21 Maret 2017 | 19:54 WIB

Manfaat Menakjubkan Hidangan Laut Bagi Kesehatan

Manfaat Menakjubkan Hidangan Laut Bagi Kesehatan

Health | Kamis, 07 Mei 2015 | 15:01 WIB

Studi: Konsumsi Seafood Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun

Studi: Konsumsi Seafood Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun

Health | Jum'at, 13 Februari 2015 | 10:56 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×