Ingin Kurangi Berat Badan? Perbaiki Teknik Pernapasan Anda

Chaerunnisa | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 04 September 2017 | 16:00 WIB
Ingin Kurangi Berat Badan? Perbaiki Teknik Pernapasan Anda
Ilustrasi perempuan menjalani teknik pernapasan dalam yoga. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Mengurangi berat badan bagi beberapa orang terasa sulit, terutama bila Anda melakukan segalanya dengan segala kekuatan, namun angka timbangan masih bergerak ke kanan.

Masalah terbesar saat menghadapi berat badan adalah perut, yang kebanyakan orang mengatasinya dengan cara diet dan olahraga.

Metabolisme tampaknya menjadi masalah yang menjadi penghambat dalam usaha penurunan berat badan Anda. Namun, ada hal lain yang ada dalam kendali Anda, dan mungkin tidak Anda lakukan dengan cara yang benar. Salah satunya, bernapas dengan benar.

Menurut seorang ahli, teknik pernapasan mungkin bisa menjadi alasan perjuangan Anda menurunkan berat badan.

Dalam laporan Daily Mail, Patrick McKeown yang pernah melatih atlet Olimpiade mengatakan, beberapa penelitian telah membuktikan bernapas melalui hidung membantu meningkatkan metabolisme yang membantu seseorang menghilangkan lemak.

McKeown menekankan lebih jauh bagaimana masalah pernapasan dapat mencegah seseorang dari tidur nyenyak. Ini juga terkait dengan banyak masalah kesehatan seperti stres, obesitas dan sleep apnea atau mengorok.

Menghirup dan menghembuskan napas melalui mulut menyebabkan orang akan terjaga karena kekurangan oksigen.

"Pernapasan melalui mulut Anda menyebabkan tidur dengan kualitas rendah. Banyak penelitian menunjukkan, tidur yang buruk dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan dan kemungkinan obesitas yang lebih tinggi," kata McKeown kepada Daily Mail.

"Ini juga terkait dengan risiko yang lebih tinggi untuk berbagai masalah kesehatan termasuk tekanan darah tinggi, kesehatan kardiovaskular yang buruk dan bahkan demensia," sambungnya.

Pernapasan melalui hidung, bagaimanapun juga, meningkatkan suplai oksigen yang membantu meningkatkan kualitas tidur. McKeown menyarankan kita melatih diri bernapas dengan benar yang juga akan menjaga "hormon yang menekan lapar dalam keseimbangan". (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kurangi Lemak Perut dengan Empat Langkah Sederhana Ini

Kurangi Lemak Perut dengan Empat Langkah Sederhana Ini

Health | Senin, 04 September 2017 | 14:02 WIB

Bekerja di Belakang Meja Bikin Berat Badan Naik, Ini Alasannya

Bekerja di Belakang Meja Bikin Berat Badan Naik, Ini Alasannya

Health | Senin, 28 Agustus 2017 | 19:40 WIB

Seperti Ini Cara Aman dan Sehat Menambah Berat Badan

Seperti Ini Cara Aman dan Sehat Menambah Berat Badan

Health | Jum'at, 25 Agustus 2017 | 18:03 WIB

Lima Cara Menurunkan Berat Badan dengan Fitness Tracker

Lima Cara Menurunkan Berat Badan dengan Fitness Tracker

Health | Selasa, 22 Agustus 2017 | 17:07 WIB

Berat Badan Turun Drastis, Lihat! Perubahan Jari Perempuan Ini

Berat Badan Turun Drastis, Lihat! Perubahan Jari Perempuan Ini

Lifestyle | Minggu, 20 Agustus 2017 | 07:49 WIB

Lihat! Perubahan Tubuh Perempuan Ini Usai Berat Badan Turun

Lihat! Perubahan Tubuh Perempuan Ini Usai Berat Badan Turun

Lifestyle | Rabu, 16 Agustus 2017 | 13:16 WIB

Telan Balon, Lima Orang Tewas

Telan Balon, Lima Orang Tewas

Health | Selasa, 15 Agustus 2017 | 14:29 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB