Setop Konsumsi Plasenta Pasca Melahirkan, Berbahaya!

Madinah | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 01 Oktober 2017 | 19:46 WIB
Setop Konsumsi Plasenta Pasca Melahirkan, Berbahaya!
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Suara.com - Mengonsumsi plasenta, atau juga dikenal sebagai praktek pasca persalinan, menjadi hal umum di kalangan ibu muda. Makan plasenta diyakini dapat membantu pulih dari kondisi paska melahirkan, sekaligus menangkal depresi bagi ibu baru.

Memang belum ada bukti ilmiah atau medis yang mendukung teori ini, termasuk segi keamanan mengonsumsi plasenta.

Paling baru, sebuah penelitian menyebut jika mengonsumsi plasenta setelah proses kelahiran berisiko terinfeksi sepsis bagi si bayi maupun ibu.

Berdasar tinjuan sejumlah penelitian dari seluruh dunia mengenai placentophagy, atau konsumsi plasenta, ilmuwan menyarankan dokter kandungan untuk mencegah pasien mereka makan plasenta dalam bentuk apapun.

"Sebagai dokter kandungan penting untuk mengatakan yang sebenarnya. Dan kebenarannya adalah sangat berbahaya dan tidak ada bukti bahwa mengonsumsi plasenta bermanfaat. Karena itu jangan lakukan," kata Amos Grunebaum, dari New York-Presbyterian /Weill Cornell Medical Pusat di AS.

Plasenta adalah organ yang berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan bayi yang sedang berkembang. Tugasnya adalah mengangkut oksigen dan nutrisi penting lainnya untuk pertumbuhan janin, serta racun saring yang bisa membahayakan janin.

Plasenta manusia telah dikonsumsi dalam berbagai bentuk mulai dari mengonsumsi secara mentah, dimasak, dipanggang, didehidrasi, dikukus dan didehidrasi dalam bentuk kapsul, bahkan dalam penyajian smoothies atau minuman lainnya.

Namun, para peneliti tidak menemukan bukti dalam studi klinis yang mendukung manfaat kesehatan yang diklaim oleh para pendukung makan plasenta.

Keuntungan yang diklaim mengonsumsi plasenta adalah mencegah depresi pascamelahirkan, meningkatkan tingkat mood dan energi, memperbaiki suplai ASI dan mengurangi pendarahan pascamelahirkan.

Di sisi lain, kata periset, potensi bahaya konsumsi plasenta menjadi jelas.Pada bulan Juni, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS mengeluarkan sebuah peringatan tentang kasus sepsis Streptococcus yang terjadi setelah ibu mencerna kapsul plasenta yang terkontaminasi Streptococcus.

Ibu tersebut dipercaya telah mengonsumsi kapsul plasenta sebanyak tiga kali sehari.

"Ini adalah bukti kuat pertama bahwa kapsul plasenta yang terkontaminasi bisa menjadi sumber infeksi," kata periset.

"Keputusan seorang perempuan tentang makan plasenta harus didasarkan pada informasi ilmiah, bukan pada angan-angan dan pemikiran lain yang tidak dijelaskan dengan jelas," kata Grunebaum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini

Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini

Health | Selasa, 23 Mei 2017 | 12:06 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lifestyle | Rabu, 28 September 2016 | 20:20 WIB

Komentar Widi Mulia Usai Mengonsumsi Plasenta Sendiri

Komentar Widi Mulia Usai Mengonsumsi Plasenta Sendiri

Lifestyle | Sabtu, 21 November 2015 | 20:51 WIB

Perempuan Ini Derita Kanker karena Kehamilannya

Perempuan Ini Derita Kanker karena Kehamilannya

Health | Sabtu, 21 November 2015 | 09:59 WIB

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Health | Minggu, 07 Juni 2015 | 11:39 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 15:14 WIB

Terkini

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB