Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini

Chaerunnisa, Risna Halidi

Selasa, 23 Mei 2017 | 12:06 WIB
Ngetren, Orangtua Tak Potong Plasenta Anak karena Ini
Ilustrasi plasenta bayi. (Shutterstocks)

Suara.com - Salah satu tradisi lama dalam ruang persalinan adalah memotong plasenta atau tali pusar bayi yang baru lahir. Namun, tren terbaru membuat orangtua melewatkan momen itu bersama-sama.

Ada peningkatan jumlah ibu yang memutuskan menggunakan metode lotus birth, di mana tali pusar dibiarkan tertinggal menempel pada plasenta sampai jatuh dengan sendirinya.

Metode ini dipuji beberapa orang sebagai pilihan 'alami' dengan banyak gelombang manfaat, seperti mengurangi transisi dari rahim ke dunia, dan memberi anak persediaan nutrisi ekstra.

Namun, dokter memberi peringatan mode postpartum tersebut. Pasalnya, mereka mengklaim metode tersebut dapat menyebabkan bakteri dan infeksi pada anak.

Tujuan utama dari kelahiran teratai atau lotus birth adalah untuk memungkinkan bayi memperoleh semua nutrisi yang ditawarkan plasenta, seperti sel induk dan memulihkan darah, sebelum plasenta mengering.

Para pendukung metode persalinan teratai percaya, bayi akan merasakan tekanan yang tidak perlu saat mereka terputus dari sisa suplai darah yang mengalir melalui tali pusar dari plasenta. Menurut ideologi ini, bayi harus masuk ke dunia sesuai keinginan mereka sendiri, dan membiarkan mereka mendapatkan kebaikan dari plasenta.

Setelah bayi dan plasenta dilepaskan, kantong ditempatkan dalam wadah, dan dibawa berkeliling dengan bayi. Tali pusar akan tetap menempel pada bayi yang baru lahir sampai jatuh secara alami, sebuah proses yang bisa memakan waktu hingga 10 hari.

Kecenderungan kelahiran teratai pertama kali menjadi berita utama di tahun 2008, dan bahkan saat itu, para ahli medis dengan cepat mencoba dan menghentikan praktik tersebut.

British Royal College of Obstetricians and Gynecologists memperingatkan metode tersebut setelah sejumlah perempuan di Inggris memilih untuk menggunakan metode kelahiran teratai.

"Jika dibiarkan selama periode setelah kelahiran, ada risiko infeksi di plasenta yang dapat menyebar ke bayi. Plasenta sangat rentan terhadap infeksi karena mengandung darah. Dalam waktu singkat setelah kelahiran, setelah tali pusar berhenti berdenyut, plasenta tidak memiliki sirkulasi dan pada dasarnya adalah jaringan mati," kata seorang juru bicara.

Kelahiran teratai atau lotus birth dipuji karena dianggap 'ajaib'. Penelitian menunjukkan ada manfaat memiliki kabel tetap di tubuh bayi, tapi tidak lebih dari tiga menit.

Jeda sesaat setelah kelahiran bisa memberi manfaat bagi kebanyakan bayi yang baru lahir dengan memberi mereka gelombang darah kaya oksigen. Ahli obstetri menyarankan untuk menunggu 'setidaknya 30 detik sampai 60 detik setelah kelahiran,' untuk semua bayi baru lahir yang sehat untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Menunda memotong tali pusar selama tiga menit juga dapat mengurangi anemia pada anak-anak, dengan membiarkan anak menerima lebih banyak darah transfusi yang mengandung zat besi.

Ini memberi mereka volume darah yang sehat untuk transisi ke kehidupan di luar rahim. Anemia, yang dapat menimpa kinerja mental, memengaruhi lebih dari 40 persen anak-anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Demikian seperti dilansir Dailymail.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ajarkan Berbuat Baik Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak

Ajarkan Berbuat Baik Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak

Lifestyle | Selasa, 23 Mei 2017 | 06:10 WIB

Umumkan Kehamilan, Ibu Ini Malah Ditegur Anaknya

Umumkan Kehamilan, Ibu Ini Malah Ditegur Anaknya

Tekno | Kamis, 18 Mei 2017 | 12:53 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lelaki Ini Makan Plasenta Istrinya, Apa Rasanya?

Lifestyle | Rabu, 28 September 2016 | 20:20 WIB

Komentar Widi Mulia Usai Mengonsumsi Plasenta Sendiri

Komentar Widi Mulia Usai Mengonsumsi Plasenta Sendiri

Lifestyle | Sabtu, 21 November 2015 | 20:51 WIB

Perempuan Ini Derita Kanker karena Kehamilannya

Perempuan Ini Derita Kanker karena Kehamilannya

Health | Sabtu, 21 November 2015 | 09:59 WIB

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Bahaya Mengonsumsi Plasenta Bagi Perempuan

Health | Minggu, 07 Juni 2015 | 11:39 WIB

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

Lelaki Ini Makan Plasenta Bayinya yang Baru Lahir

News | Jum'at, 02 Mei 2014 | 15:14 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB