Balsem Panas Ternyata Tak Efektif Redakan Nyeri Otot

Ririn Indriani | Suara.com

Rabu, 04 Oktober 2017 | 06:30 WIB
Balsem Panas Ternyata Tak Efektif Redakan Nyeri Otot
Ilustrasi nyeri otot. (Shutterstock)

Suara.com - Sering mengalami nyeri otot? Tentu ini membuat Anda tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas, sehingga Anda akan segera mencari pereda nyeri untuk mengobati nyeri otot, seperti balsem.

Balsem yang memberi efek panas telah banyak digunakan oleh semua orang untuk mengobati nyeri otot atau untuk meredakan gejala penyakit ringan. Namun, tahukah Anda bahwa balsem panas tidak efektif dalam mengobati nyeri otot? Berikut ulasan lebih lanjut yang dihimpun Hello Sehat.

Nyeri otot merupakan hal yang sering terjadi pada siapa pun, terutama setelah Anda olahraga atau melakukan aktivitas berat. Nyeri otot bisa terjadi di bagian manapun tubuh Anda, seperti leher, punggung, kaki, dan tangan. Mulai dari nyeri ringan sampai menyiksa dan membatasi pergerakan tubuh Anda.

Penyebab paling umum dari nyeri otot adalah ketegangan pada otot dan penggunaan otot yang berlebihan. Contohnya, seperti saat Anda melakukan olahraga lebih berat atau lebih lama dari biasanya.

Perubahan pada kebiasaan Anda berolahraga ini bisa menyebabkan luka kecil pada serabut otot dan jaringan ikat otot, sehingga Anda akan merasa otot Anda nyeri. Biasanya Anda tidak langsung akan merasa nyeri, tapi kira-kira sehari kemudian Anda akan merasa nyeri.

Selain itu, nyeri otot juga bisa disebabkan oleh kram otot, flu, rematik, pengapuran sendi (osteoartritis), cedera, sindrom kelelahan kronis, fibromyalgia, dan penggunaan obat-obatan (seperti obat kolesterol statin).

Fakta tentang Balsem Panas
Balsem merupakan salah satu obat yang sering dicari saat nyeri otot sudah mulai terasa. Sensasi panas yang ditimbulkan dari balsem membuat orang yang memakainya merasa lebih nyaman. Bahkan, beberapa orang sengaja mencari sensasi panas tersebut agar merasa lebih baik, karena mungkin mereka menganggap semakin panas balsem semakin ampuh untuk mengobati nyeri otot. Tapi, apakah ini benar?

Sebenarnya, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa sensasi panas dari balsem dapat mengobati nyeri otot dengan baik. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Cochrane Database of Systematic Reviews membuktikan bahwa krim atau balsem yang mengandung obat penghilang rasa sakit salisilat (yang menimbulkan rasa panas) tidak benar-benar dapat meredakan rasa nyeri.

Balsem panas bekerja dengan menghasilkan efek iritasi yang membuat Anda merasa hangat saat memakainya. Sensasi panas pada kulit, kemerahan pada kulit, dan aroma kuat yang dimilikinya dapat mengalihkan perhatian Anda dari nyeri otot yang Anda rasakan.

Beginilah cara kerja dari balsem panas tersebut. Obat ini tidak benar-benar bisa mengobati rasa nyeri sampai ke sumber masalahnya. Jadi, masih ada kemungkinan nyeri otot bisa menyerang Anda lagi.

Jadi, obat seperti apa yang bisa mengatasi nyeri otot langsung pada sumbernya? Penelitian menunjukkan hanya 1 dari 6 pasien dengan nyeri otot kronis yang bisa mendapatkan manfaat dari pemakaian krim atau balsem panas.

Namun, 1 dari 3 pasien yang menggunakan gel penghilang rasa sakit mengandung obat antiperadangan nonsteroid, seperti ibuprofen atau diklofenak bisa lebih merasakan manfaatnya. Artinya, pemakaian gel penghilang rasa sakit yang mengandung ibuprofen atau diklofenak lebih efektif mengobati nyeri otot dibandingkan balsem panas pada banyak orang.

Obat yang mengandung diklofenak memiliki efek antiperadangan, sehingga bisa menargetkan langsung ke sumber penyebab nyeri otot. Obat ini pun memiliki daya serap tinggi, sehingga lebih cepat mengatasi nyeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Otot Nyeri Saat Beraktivitas, Perawatan Ini Bisa Jadi Pilihan

Otot Nyeri Saat Beraktivitas, Perawatan Ini Bisa Jadi Pilihan

Health | Minggu, 21 Mei 2017 | 15:03 WIB

Nyeri Otot Perut Usai "Sit Up," Berbahayakah?

Nyeri Otot Perut Usai "Sit Up," Berbahayakah?

Health | Senin, 02 Maret 2015 | 13:36 WIB

Nyeri Otot dan Asam Urat? Konsumsi Buah Ini

Nyeri Otot dan Asam Urat? Konsumsi Buah Ini

Health | Jum'at, 18 Juli 2014 | 07:39 WIB

Terkini

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB