Pakai Tas Belanja Reusable Berisiko Kena Penyakit

Yazir Farouk | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 11 Oktober 2017 | 19:41 WIB
Pakai Tas Belanja Reusable Berisiko Kena Penyakit
Tas belanja [shutterstock]

Suara.com - Pergi berbelanja dengan tas belanja yang bisa digunakan kembali atau reusable bags, adalah hal positif yang Anda dilakukan. Pilihan ini bisa membantu mengurangi limbah, khususnya limbah plastik, sehingga Anda turut membantu menjaga lingkungan.

Sayangnya, menurut penelitian terbaru, tas yang bisa Anda gunakan kembali ini bisa membuat Anda berisiko sakit.

Jika Anda tidak benar-benar mencuci tas tersebut atau memuat belanja Anda dengan cara yang benar, ini bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan yang buruk.

Peneliti Universitas Arizona dan Loma Linda University baru-baru ini menemukan, hampir semua tas yang bisa digunakan kembali untuk berbelanja, yang dipilih secara acak dari pelanggan, ternyata mengandung banyak bakteri.

Hampir setengahnya mengandung bakteri coliform dan 12 persen mengandung E. coli. Sesuai temuan ini, mungkin Anda harus berpikir ulang, bagaimana bahan makanan yang Anda beli, terkontaminasi dengan bakteri tersebut.

Hal ini, membuat Pedoman Badan Standar Makanan Kerajaan Inggris khawatir. Namun, menurut Food Standards Australia New Zealand (FSANZ), kita tidak perlu panik.

"Risiko terbesar adalah daging yang bersentuhan dengan produk lain. Jika Anda memiliki tas pendingin yang Anda bawa ke toko bahan makanan dan Anda memasukan semua belanjaan Anda di sana, ditambah buah dan sayuran, ditambah dagingnya, inilah yang menempatkan Anda risiko kontaminasi silang," kata juru bicara FSANZ.

Anda perlu memisahkan barang-barang yang masuk ke tas Anda dan memastikan barang seperti daging disimpan dengan benar.

"Daging harus ada dalam tas terpisah dan dalam plastik. Begitu sampai di rumah, Anda harus langsung mengeluarkan daging dari dalam tas belanjaan, sehingga daging tidak terlalu lama di dalam tas," kata juru bicara tersebut.

Disarankan bahwa jika Anda mencampur belanjaan, seperti daging, buah, sayuran dan makanan kering ke dalam tas yang sama, sebaiknya Anda mencuci tas belanjaan tersebut secara teratur sehingga kesempatan untuk sakit lebih kecil.

Good Housekeeping Institute juga telah mengumpulkan cara terbaik untuk mencuci berbagai jenis tas yang dapat digunakan kembali. Berikut caranya:

1. Tas kanvas

Cukup masukan ke mesin cuci dan cuci dengan air panas, juga deterjen. Kemudian, masukkan tas kanvas ke pengering.

2. Kantong plastik daur ulang

Anda harus mencuci apapun yang terbuat dari wadah plastik daur ulang atau tas polipropilena, dengan tangan, air hangat dan mengeringkannya. Jangan lupakan jahitan bagian dalam dan luar, dimana bakteri bisa saya sembunyi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nagita Slavina Tenteng Tas Belanja Harga Ratusan Ribu, Warganet: Orang Kaya Kadang Ga Jelas

Nagita Slavina Tenteng Tas Belanja Harga Ratusan Ribu, Warganet: Orang Kaya Kadang Ga Jelas

Lifestyle | Senin, 24 Oktober 2022 | 12:34 WIB

Balenciaga Rilis Tas Belanja Berbahan Karet Seharga Rp18 Juta, Kolaborasi dengan Crocs

Balenciaga Rilis Tas Belanja Berbahan Karet Seharga Rp18 Juta, Kolaborasi dengan Crocs

Lifestyle | Rabu, 15 Juni 2022 | 17:24 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB