The Living Wall Dukung Pengasuhan Paliatif Anak Berpenyakit Berat

Chaerunnisa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 13 Oktober 2017 | 15:01 WIB
The Living Wall Dukung Pengasuhan Paliatif Anak Berpenyakit Berat
Pembukaan instalasi The Living Wall di Cilandak Town Square, Jakarta Selaran, Jumat (13/10/2017) untuk mendukung pengasuhan paliatif anak sakit parah. (Suara.com/Dinda)

Suara.com - Dalam rangka Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, Yayasan Rumah Rachel sebagai pelopor pengasuhan paliatif di Indonesia, mengajak masyarakat lebih mengenal pengasuhan paliatif sebagai salah satu ilmu medis yang sangat penting bagi anak-anak dengan penyakit berat.

CEO Yayasan Rumah Rachel, Kartika Kurniasari mengungkapkan, menyediakan pengasuhan paliatif, seperti pengelolaan rasa nyeri serta dukungan emosional dan sosial bagi anak-anak dan keluarganya, bisa menyelamatkan mereka dari kesakitan, di akhir hayatnya.

"Untuk itu, kami bermaksud mengajak masyarakat agar bisa mendukung pengasuhan paliatif, bagi begitu banyak anak-anak yang hidup dengan penyakit berat, seperti kanker dan HIV/AIDS dengan kegiatan yang kami namakan 'The Living Wall'," ujar dia dalam pembukaan instalasi 'The Living Wall' di Cilandak Town Square, Jakarta Selaran, Jumat (13/10/2017).

'The Living Wall', kata dia, adalah serangkaian papan tulis besar yang didirikan untuk mengundang masyarakat menjawab pertanyaan "Apa yang akan kamu lakukan jika ini adalah hari terakhirmu?".

Kegiatan ini, lanjut Kartika, bertujuan untuk merenungkan betapa berharganya setiap hari yang kita miliki dan menyadari ada begitu banyak anak-anak yang hidup dengan penyakit berat dan mungkin tidak lagi memiliki hari esok.

"Dengan bertanya pada masyarakat, kami berharap dapat memicu dialog tentang asuhan paliatif dan kesulitan yang dihadapi anak-anak yang hidup dengan penyakit berat. Sehingga visi kami, bahwa tidak ada lagi anak yang meninggal dalam kesakitan bisa tercapai," tandasnya.

Pengasuhan paliatif, menurut Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly), wajib tersedia bagi semua orang yang hidup dengan penyakit berat agar mereka memiliki kualitas hidup yang baik, dan rasa nyaman di tengah kondisinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pentingnya Pengasuhan Paliatif untuk Anak Berpenyakit Berat

Pentingnya Pengasuhan Paliatif untuk Anak Berpenyakit Berat

Lifestyle | Jum'at, 13 Oktober 2017 | 14:39 WIB

Ini Pentingnya Morfin Bagi Pasien Kanker

Ini Pentingnya Morfin Bagi Pasien Kanker

Health | Senin, 22 Agustus 2016 | 19:51 WIB

Selain Obat, Terapi Paliatif juga Dibutuhkan Pasien Kanker

Selain Obat, Terapi Paliatif juga Dibutuhkan Pasien Kanker

Health | Senin, 15 Februari 2016 | 17:14 WIB

Perawatan Ini Cocok Bagi Anak Penderita HIV/AIDS

Perawatan Ini Cocok Bagi Anak Penderita HIV/AIDS

Health | Rabu, 14 Oktober 2015 | 07:30 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB