Hewan Peliharaan Mati, Jantung Perempuan Ini Rusak , Kok Bisa?

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Minggu, 22 Oktober 2017 | 19:20 WIB
Hewan Peliharaan Mati, Jantung Perempuan Ini Rusak , Kok Bisa?
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda pernah kehilangan hewan peliharaan, berarti Anda tahu bagaimana rasanya hati sakit dan terpukul.

Perasaan inilah yang juga dialamai Joanie Simpson. Tahun lalu, tak lama setelah kematian peliharaannya, perempuan berusia 61 tahun itu terbangun dengan gejala yang konsisten dengan serangan jantung.

Saat dilarikan ke ruang UGD di Houston Memorial Hermann Heart & Vascular Institute, dokter mendiagnosis Simpson dengan sesuatu yang agak tidak biasa yaitu, takotubo cardiomyopathy, atau dikenal sebagai sindrom patah hati.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine, rasa sakit dari patah hati bisa cukup untuk menghancurkan jantung seseorang.

Kata Dr. Ilan Wittstein, seorang ahli jantung di Johns Hopkins, kondisi tersebut dapat terjadi setelah stres fisik atau emosional, seperti kematian dari orang atau peliharaan yang sangat dicintai. "Otot jantung tiba-tiba melemah dan tidak meremas seperti seharusnya," katanya dilansir Time.

Bila ini yang terjadi, jantung akan berhenti memompa secara efektif dalam waktu sementara, dan bisa berakibat pada tekanan darah rendah bahkan gagal jantung kongestif. "Berbagai pemicu emosional dapat menyebabkannya dan itu bisa terjadi pada orang yang dinyatakan sehat," jelas Wittstein.

Meski sindrom patah hati terlihat sangat mirip dengan serangan jantung pada awalnya, ia mengatakan ada beberapa perbedaan fisiologis utama.

Dalam kondisi serangan jantung, gumpalan di arteri koroner utama menghalangi aliran darah ke jantung, membunuh beberapa otot secara permanen. Sementara sindrom patah hati, bagaimanapun, arteri utama tetap baik, namun pembuluh kecil di sekitar jantung mengalami kerusakan.

Ini biasanya jarang membuat fatal dan bisa diperbaiki dengan cepat jika dirawat dengan benar. Bahkan, sindrom patah hati sangat umum terjadi.

Wittstein mengatakan sebanyak dua persen orang yang dirawat di rumah sakit dengan gejala serangan jantung sebenarnya memiliki takoteubo cardiomyopathy.

Kondisi ini sangat mempengaruhi perempuan usia 58 hingga 75, kemungkinan terjadi karena penurunan tingkat estrogen yang melindungi jantung. Hal ini juga biasanya terjadi setelah seseorang mengalami masa stres.

Simpson mengatakan kepada Washington Post bahwa dia merasa tertekan karena jadwal operasi anaknya yang akan datang,  menantunya yang menjadi pengangguran, masalah properti, dan baru-baru ini, kehilangan anjing yang sudah sembilan tahun hidup bersamanya.

Wittstein mengatakan telah melihat beberapa pemilik hewan yang sakit akibat sindrom patah-hati. "Ini sebenarnya bisa berkisar dari yang dramatis seperti, saya hampir terbunuh dalam sebuah kecelakaan mobil. Atau, saya melewatkan sebuah janji dan saya sedikit frustrasi karenanya," kata Wittstein sambil menambahkan bahwa beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penyakit ini daripada yang lain.

Sedangkan untuk Simpson pulang dari rumah sakit setelah dua hari perawatan dan sekarang dalam kondisi sehat, serta diminta minum obat jantung untuk perawatan. "Ini memilukan. Ini traumatis," kata Simpson tentang kehilangan seekor hewan peliharaan kesayangannya.

"Tapi kau tahu apa? Mereka memberi begitu banyak cinta dan pertemanan sehingga saya akan melakukannya lagi. Saya akan terus memiliki hewan peliharaan. Itu tidak akan menghentikanku," ungkap Simpson.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada! Patah Hati Juga Mematikan

Waspada! Patah Hati Juga Mematikan

Lifestyle | Selasa, 20 Juni 2017 | 13:00 WIB

Mungkin Ini Penjelasan Kenapa Cinta Kadang Menyakitkan

Mungkin Ini Penjelasan Kenapa Cinta Kadang Menyakitkan

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2017 | 19:58 WIB

Saat Patah Hati, Ini yang Terjadi pada Jantung

Saat Patah Hati, Ini yang Terjadi pada Jantung

Health | Selasa, 18 April 2017 | 08:13 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB