Pakai Pantyliner Setiap Hari, Waspada Bahaya Ini!

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 31 Oktober 2017 | 15:37 WIB
Pakai Pantyliner Setiap Hari, Waspada Bahaya Ini!
Ilustrasi pantyliner. (Shutterstock)

Suara.com - Banyaknya pilihan produk kewanitaan yang tersedia membuat kaum hawa harus benar-benar bijak dalam menentukan mana yang terbaik bagi vagina masing-masing yang juga memiliki sifat berbeda. Salah satu produk kewanitaan yang banyak dijual adalah pantyliner.

Pantyliner berbentuk mirip pembalut namun ukurannya lebih kecil. Saat ini sudah banyak perempuan yang pakai pantyliner setiap hari, karena alasan tertentu. Namun, apakah produk ini seaman yang dijanjikan?

Berikut ulasan seputar pantyliner dan bahayanya bagi kesehatan vagina dihimpun hellosehat.com.

Perbedaan pembalut dan pantyliner
Pembalut dan pantyliner adalah produk kewanitaan yang terbuat dari kapas asli atau sintetis. Produk-produk tersebut mampu menyerap cairan yang keluar dari vagina seperti darah menstruasi atau cairan vagina.

Meskipun keduanya memiliki bentuk dan bahan dasar yang serupa, pembalut dan pantyliner memiliki fungsi dan sifat yang berbeda. Pembalut berukuran lebih besar dan daya serapnya jauh lebih tinggi dibandingkan pantyliner. Maka, pembalut lebih ideal untuk digunakan sebagai penyerap darah haid ketika sedang banyak-banyaknya.

Sementara itu, pantyliner berukuran sangat kecil dan tipis. Daya serapnya sedikit sehingga tak cocok untuk digunakan ketika darah menstruasi Anda cukup banyak. Biasanya pantyliner digunakan pada hari-hari terakhir menstruasi atau sebelumnya, saat vagina memproduksi flek.

Mengapa orang pakai pantyliner setiap hari?
Ada banyak perempuan yang pakai pantyliner setiap hari, kecuali pada saat menstruasi di mana mereka akan memakai pembalut atau tampon. Alasan setiap perempuan untuk pakai pantyliner setiap hari pun berbeda-beda.

Kebanyakan perempuan yang terbiasa menggunakan pantyliner merasa harus melakukannya, karena produksi cairan vagina yang berlebihan. Cairan vagina tersebut akan membuat pakaian dalam jadi lembap dan tak nyaman untuk dikenakan.

Dengan memakai pantyliner setiap hari, cairan vagina yang berlebih akan diserap sehingga celana dalam tetap kering dan bebas noda.

Beberapa perempuan juga mengalami masalah spotting atau keluarnya bercak darah secara tidak teratur. Hal ini bisa terjadi bahkan saat perempuan tidak sedang haid. Ini dikarenakan bercak darah ini tak bisa diprediksi.

Nah, pantyliner bisa menjadi solusi agar bercak yang keluar tiba-tiba tersebut tidak merembes.

Masalah lain yang menyebabkan perempuan harus pakai pantyliner setiap hari adalah inkontinensia urine atau desakan untuk buang air kecil secara terus-menerus. Untuk mencegah keluarnya urine tanpa bisa ditahan, beberapa perempuan memutuskan untuk menggunakan pantyliner.

Pantyliner mampu menyerap cairan tapi tetap terasa nyaman untuk dipakai sehari-hari karena tidak setebal dan sebesar popok dewasa atau pembalut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perempuan, Berikut Lima Tips Agar Tetap Higienis Saat Menstruasi

Perempuan, Berikut Lima Tips Agar Tetap Higienis Saat Menstruasi

Health | Minggu, 28 Mei 2017 | 06:50 WIB

Ingat, Wajib Ganti Pembalut 3-6 Kali Sehari Saat Haid!

Ingat, Wajib Ganti Pembalut 3-6 Kali Sehari Saat Haid!

Health | Jum'at, 26 Mei 2017 | 19:41 WIB

Kemenkes: Dioxine pada Pembalut Lebih Bahaya Dibanding Klorin

Kemenkes: Dioxine pada Pembalut Lebih Bahaya Dibanding Klorin

Health | Rabu, 08 Juli 2015 | 01:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB