Makanan Penurun Darah Tinggi Yang Aman dan Paling Berkhasiat

Kusuma | Suara.com

Selasa, 31 Oktober 2017 | 11:15 WIB
Makanan Penurun Darah Tinggi Yang Aman dan Paling Berkhasiat
Makanan Penurun Darah Tinggi Dengan Segala Macam Manfaatnya

2. Mentimun
Anda pastinya mengenal dengan baik manfaat dari mentimun bukan? Mentimun telah lama dikenal sebagai sayuran yang mampu menurunkan hipertensi. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan potassium yang dimiliki oleh mentimun. Sebagai salah satu jenis makanan penurun darah tinggi, ada baiknya Anda selalu melengkapi menu makan Anda dengan mentimun.

3. Bayam
Sumber makanan berjenis sayuran ini mampu menurunkan. Bayam merupakan jenis sayuran yang kaya akan kalium dan mampu menurunkan hipertensi dengan baik. Agar kandungan kalium tersebut dapat diserap dengan baik oleh tubuh, Anda tidak boleh memanaskan sayur bayam hingga berulang kali. Bukannya dapat membantu Anda dalam menurunkan hipertensi, sayur bayam yang dipanaskan berulang kali justru akan menimbulkan penyakit bagi tubuh Anda.

4. Bawang putih
Bawang putih mampu mengatasi pembekuan darah di dalam tubuh dan dapat menghindari efek dari darah tinggi. Untuk memanfaatkan bawang putih tersebut, Anda dapat menggunakan bawang putih pada setiap masakan yang Anda masak. Hipertensi akan turun dengan sendirinya dengan mengkonsumsi bawang putih secara teratur.

5. Seledri
Bagi para penderita hipertensi, seledri merupakan jenis sayuran yang dikenal dengan baik. Seledri merupakan jenis sayuran yang kaya akan kandungan kalsium dan kalium. Jika Anda menderita hipertensi, Anda dapat memasukkan sayur seledri pada setiap makanan yang Anda asup. Dengan begitu, tekanan darah yang tinggi dapat dikendalikan dengan cara yang aman.

6. Kedelai
Kedelai merupakan jenis kacang-kacangan yang mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang tinggi dapat terus terjaga dengan baik akibat kandungan magnesium dan kalium yang berada di dalam kacang kedelai. Tidak hanya dapat mengkonsumsinya dalam bentuk susu, Anda juga dapat mengkonsumsi kacang kedelai dalam bentuk lauk-pauk seperti tahu dan tempe.

7. Buncis
Jenis sayur-sayuran lain yang dapat menurunkan hipertensi adalah buncis. Buncis merupakan jenis sayuran hijau yang kaya akan vitamin dan mineral. Tak mengherankan, sayur buncis dapat dimanfaatkan untuk mengontrol tekanan darah yang tinggi.

8. Kentang
Sebagai salah satu sumber karbohidrat, kentang biasa digunakan untuk menggantikan manfaat dari nasi. Tidak hanya dipilih sebagai sumber karbohidrat pengganti, kentang dapat pula digunakan sebagai sumber makanan penurun hipertensi. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan potassium dan magnesium yang dikandung oleh kentang. Kedua jenis mineral tersebut mampu menurunkan hipertensi dengan baik.

Cara Mengolah Sumber Makanan Penurun Darah Tinggi

Sumber makanan alami yang dapat menurunkan hipertensi yang disebutkan di atas dapat ditemukan dengan mudah di sekitar Anda. Anda dapat menemukan sumber-sumber makanan tersebut pada pasar tradisional. Selain jenis makanan tersebut, Anda juga harus menjajal manfaat semut jepang dengan cara menyantapnya untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi. Untuk buah-buahan dan sayuran sangat mudah di dapat, dan sumber makanan penurun darah tinggi itu dapat dinikmati dengan berbagai cara. Sebut saja jenis buah yang mampu menurunkan hipertensi, Anda dapat mengkonsumsi buah-buahan tersebut tanpa harus mengolahnya. Jika Anda ingin mengkonsumsi buah-buahan tersebut dengan cara yang lain, Anda dapat mengolahnya menjadi minuman yang menyegarkan. Jus buah merupakan jenis olahan buah yang sangat disukai oleh penderita hipertensi. Tidak hanya dapat dijadikan jus yang menyehatkan, Anda juga dapat mengolah buah-buahan tersebut menjadi es buah. Ada banyak jenis buah-buahan yang berada di dalam es buah sehingga Anda dapat memanfaatkan kesemua jenis buah tersebut dalam satu waktu.

Sama halnya dengan buah-buahan, jenis sayur-sayuran yang mampu menurunkan hipertensi juga dapat Anda konsumsi dalam bentuk jus. Anda dapat memasukkan satu atau beberapa jenis sayuran penurun darah tinggi pada satu kesempatan. Meskipun jus sayur tersebut terasa kurang enak jika dibandingkan dengan jus buah, jus sayur memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi penderita tekanan darah tinggi. Selain dapat dinikmati dalam bentuk jus, sayur-sayuran tersebut juga dapat dinikmati dalam menu makanan yang nikmat. Anda dapat mengolah sayur-sayuran tersebut menjadi jenis makanan yang Anda inginkan. Selain menjadi lauk-pauk, Anda juga dapat mengolah sayuran tersebut menjadi salad yang menyehatkan. Itulah beberapa sajian sayur-sayuran dan buah-buahan yang dapat Anda pilih.

 Jenis Makanan yang Harus Dihindari bagi Penderita Hipertensi

Selain cara mengolah sayur-sayuran dan buah-buahan yang dapat menurunkan hipertensi, ada jenis-jenis makanan yang perlu Anda hindari. Beberapa sumber makanan tidak hanya berguna untuk menurunkan hipertensi tetapi ada juga sumber makanan yang justru akan meningkatkan tekanan darah Anda jika dikonsumsi secara terus-menerus, kesehatan Anda akan terganggu dan dapat mengakibatkan penyakit yang baru. Karena itulah, Anda harus benar-benar menjauhi sumber makanan tersebut. Untuk mengetahui sumber makanan yang membahayakan penderita hipertensi, simak beberapa sumber makanan yang wajib dihindari oleh para penderita hipertensi di bawah ini:

1. Daging olahan
Jenis makanan yang perlu Anda hindari agar tekanan darah tinggi Anda tidak bertambah parah adalah daging olahan. Daging olahan tidak hanya merupakan daging yang telah ditambah dengan bahan-bahan kimia saja, daging yang telah mengalami pengasapan dan pengasinan merupakan jenis daging yang harus Anda hindari. Sosis, dendeng, ham dan hot dog merupakan jenis daging olahan yang perlu Anda hindari. Asal Anda tahu, di dalam 3 ons daging olahan tersebut terdapat kandungan 1.200 mg natrium. Jumlah natrium tersebut sangat melebihi kebutuhan para penderita hipertensi.

2. Saus tomat
Tomat merupakan salah satu buah yang dapat digunakan untuk menurunkan hipertensi. Berbeda dengan tomat segar, saos tomat justru menjadi sumber makanan yang harus Anda hindari.

3. Kafein
Kafein dapat diperoleh dari produk coklat, minuman ringan dan kopi. Kafein sendiri merupakan stimulant yang digunakan untuk meningkatkan tekanan darah. Kafein memiliki sifat vasokonstriktor yang dapat memperkecil ukuran arteri dan dapat meningkatkan tekanan pada aliran darah. Jika Anda merupakan penggila kopi sejati, ada baiknya untuk mengurangi asupan kopi atau menghindari kopi tersebut. Anda dapat pula mengganti minuman tersebut dengan susu kacang kedelai. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kedelai merupakan salah satu sumber makanan penurun darah tinggi yang baik bagi tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB