Duh, Sepertiga Pasien Hipertensi Hindari Obat

Ardi Mandiri, Risna Halidi

Minggu, 21 Mei 2017 | 16:39 WIB
Duh, Sepertiga Pasien Hipertensi Hindari Obat
Menurut sebuah data, sepertiga dari 1.400 pasien hipertensi trlah menghindari untuk meminum obat mereka.
 
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit gaya hidup yang paling umum yang terjadi saat ini dan merupakan penyumbang utama masalah kesehatan kronik seperti stroke dan serangan jantung. Hipertensi dianggap sebagai "silent killer" oleh profesional medis di seluruh dunia dan merupakan penyakit kardiovaskular yang pendeteksiannya agak rumit, karena tanda dan gejala yang begitu halus. 
 
Setelah didiagnosis atau dideteksi, dokter kebanyakan meresepkan obat yang dapat membantu mempertahankan tingkat tekanan darah rendah. Namun, banyak pasien hipertensi tidak mematuhi resep mereka dan akhirnya melewatkan pengobatan mereka. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga dari 1.400 orang dengan tekanan darah tinggi belum menggunakan obat tekanan darah tinggi yang telah diresepkan. 
 
Tekanan darah tinggi dianggap sebagai satu-satunya faktor risiko terpenting dalam kesehatan dan kematian dini di seluruh dunia.
 
Meski obat yang dianjurkan cenderung terbukti efektif, target penurunan tekanan darah hanya dapat dicapai pada 40-50% pasien. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh tingginya jumlah pasien yang tidak mengonsumsi obat dengan benar, atau bahkan tidak sama sekali. 
 
Peneliti dari Universitas Manchester bersama kolaborator Inggris dan luar negeri menggunakan teknik spektrometri massa untuk memeriksa sampel darah dan urin dari hampir 1.400 orang di Inggris dan Republik Ceko. Mereka menemukan bahwa ketidakpatuhan terhadap obat penurun tekanan darah tinggi di Inggris mencapai 41,6%  dan 31,5% di Republik Ceko. 
 
Selanjutnya, dengan setiap resep tambahan, tingkat ketidakpatuhan meningkat masing-masing 85% dan 77%. Maciej Tomaszewski, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa mereka telah menduga beberapa pasien tidak menggunakan obat mereka secara teratur namun memerlukan data sahih untuk  menunjukkan seberapa tinggi angka tersebut. 
 
"Jelas, semakin banyak obat penurun tekanan darah diresepkan, semakin tinggi risikonya pasien tidak akan memakainya secara teratur. Kami juga menunjukkan bahwa diuretik sangat buruk," katanya.
 
Hasil dari analisis ini, menunjukkan bahwa empat parameter yang mudah dikumpulkan: usia pasien, jenis kelamin, jumlah obat penurun tekanan darah dan diuretik bersama dapat memberikan ukuran risiko yang baik untuk tidak mengkonsumsi obat secara teratur. Para periset percaya bahwa di masa depan mereka dapat mengembangkan formula yang lebih baik lagi untuk memperkirakan risiko tidak memakai obat penurun tekanan darah tanpa memerlukan analisis urin atau darah. Ini akan sangat berguna di negara-negara dengan sumber daya terbatas, seperti yang Tomaszewski jelaskan. "Tidak semua negara memiliki keahlian dan kemampuan finansial untuk berinvestasi dalam teknologi yang kami gunakan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspada, Hipertensi "Silent Killer" bagi Perempuan

Waspada, Hipertensi "Silent Killer" bagi Perempuan

Health | Kamis, 18 Mei 2017 | 18:24 WIB

Biar Nggak Hipertensi, Lakukan Ini!

Biar Nggak Hipertensi, Lakukan Ini!

Health | Kamis, 18 Mei 2017 | 16:13 WIB

Waspada! Botol Plastik dan Kaleng Picu Hipertensi

Waspada! Botol Plastik dan Kaleng Picu Hipertensi

Health | Selasa, 16 Mei 2017 | 21:00 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×