Depresi Pascamelahirkan Biasa Terjadi pada Seorang Ayah

Chaerunnisa, Risna Halidi

Rabu, 08 November 2017 | 13:53 WIB
Depresi Pascamelahirkan Biasa Terjadi pada Seorang Ayah
Ilustrasi ayah dan bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Depresi pascamelahirkan (PPD) merupakan kondisi yang sangat umum terjadi setelah melahirkan.

Meski depresi pascamelahirkan pada ibu merupakan kejadian biasa, sebuah penelitian telah menemukan, kondisi itu juga bisa terjadi pada para ayah.

Menurut penelitian, menjadi orangtua bisa menjadi tantangan emosional bagi banyak laki-laki. Ada juga risiko utama bahwa kondisi depresi tersebut tidak terdeteksi dengan menggunakan metode yang ada hari ini, dan bahwa ayah tidak menerima bantuan yang mereka butuhkan.

Studi terhadap 447 ayah baru menunjukkan, metode untuk mendeteksi depresi EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale) bekerja buruk pada laki-laki.

"Statistik saat ini mungkin tidak menceritakan keseluruhan kebenaran dalam hal depresi pada ayah baru," kata Elia Psouni, dari Universitas Lund di Swedia.

"Metode skrining tidak menangkap gejala yang sangat umum pada laki-laki, seperti iritasi, gelisah, toleransi stres yang rendah, dan kurangnya kontrol diri," ungkap Psouni.

Sepertiga dari ayah dalam penelitian ini mengaku depresi hingga memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Namun, sangat sedikit yang berhubungan dengan sistem perawatan kesehatan atau medis.

Di antara mereka yang tergolong sedang mengalami depresi berat, 83 persen tidak berbagi penderitaan dengan siapapun.

"Mengatakan kepada orang-orang bahwa Anda merasa tertekan adalah tabu dan sebagai orangtua baru, Anda diharapkan untuk bahagia," papar Psouni.

baca juga

"Selain itu, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa lelaki sering enggan mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental, terutama depresi," sambungnya.

"Di antara para ayah, depresi biasa terjadi bahkan di akhir tahun pertama, yang mungkin karena mereka jarang mendapat pertolongan, tapi mungkin ada penjelasan lain," ujar Psouni.

"Apapun alasannya, penting untuk memantau kesejahteraan ayah karena bagian cuti orangtua mereka biasanya terjadi menjelang akhir tahun pertama anak itu," lanjut Psouni.

Mendeteksi depresi pada orangtua baru memang sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri tetapi juga karena orangtua yang depresi sering kali kurang tanggap terhadap kebutuhan anak mereka, terutama saat anak tersebut banyak menangis.

Bayi dengan orangtua yang depresi cenderung kurang mendapat stimulasi yang pada akhirnya, dapat menyebabkan perkembangan yang lebih lambat.

Dalam beberapa kasus, depresi dapat menyebabkan pengabaian anak atau bahkan perilaku yang tidak tepat. (Zeenews)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beda dengan Lelaki, Perempuan Depresi Lebih Rentan Mati Muda

Beda dengan Lelaki, Perempuan Depresi Lebih Rentan Mati Muda

Health | Senin, 23 Oktober 2017 | 16:28 WIB

Cegah Depresi, Cukup Olahraga Satu Jam Setiap Minggu

Cegah Depresi, Cukup Olahraga Satu Jam Setiap Minggu

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 20:00 WIB

Awas! Depresi Pascamelahirkan Rawan Terjadi Berkali-kali

Awas! Depresi Pascamelahirkan Rawan Terjadi Berkali-kali

Health | Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:40 WIB

Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi

Studi: Perempuan yang Dilecehkan Rekan Kerja Berisiko Depresi

Lifestyle | Senin, 25 September 2017 | 21:27 WIB

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Remaja Perempuan Lebih Depresi Dibandingkan Remaja Laki-laki

Health | Jum'at, 22 September 2017 | 00:00 WIB

Survei: 40 Persen Perempuan Alami Depresi dan Kecemasan

Survei: 40 Persen Perempuan Alami Depresi dan Kecemasan

Lifestyle | Rabu, 30 Agustus 2017 | 08:23 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB