Anak Alami Kebutaan Permanen, Ini Dampaknya bagi Negara

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 17 November 2017 | 17:13 WIB
Anak Alami Kebutaan Permanen, Ini Dampaknya bagi Negara
Ilustrasi kesehatan mata. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus kebutaan pada anak tak boleh disepelekan. Pasalnya, kebutaaan pada anak dapat menurunkan kualitas hidupnya saat dewasa.

Data menyebut sekitar 1.5 juta anak di dunia mengalami kebutaan, dan 85 persen adalah anak-anak di negara berkembang termasuk Indonesia.

Sementara itu, dokter spesialis anak dari RSCM, Rita Sitorus, SpM (K) mengatakan hampir setengah juta anak di dunia mengalami kebutaan permanen. Itu artinya, generasi penerus ini akan menjalani kehidupan dewasanya dengan gangguan penglihatan.

"Kebutaan pada anak beban biayanya sangat tinggi, karena kalau tahu anak buta dari lahir atau dari usia anak, masa kebutaan jadi panjang. Apalagi kalau dia bisa bertahan hidup hingga tua dan seterusnya," ujar Rita pada peluncuran program Jak-ROP di RSCM Kiara Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Pada gilirannya, kata dia, tingginya kasus kebutaan pada anak bisa membebani pemerintah di mana produktivitas warganya berkurang. Hal yang sama juga dialami keluarga dari anak yang mengalami kebutaan.

"Beban ekonomi dari kebutaan tinggi karena kehilangan produktivitasnya pada pemerintah, keluarga maupun masyarakatnya 23 kali lebih tinggi daripada kebutaan saat dewasa," tambah Rita.

Oleh karena itu, penting untuk mencegah kebutaan pada anak. Pada bayi prematur, lanjut dia, kasus kebutaan disebabkan oleh kondisi Retinopati Prematuritas (ROP).
Pencegahan ROP bisa dilakukan dengan langkah deteksi dini.

"Gangguan mata ROP dapat terjadi dalam tahap ringan, dimana dapat dilakukan perbaikan secara spontan, namun pada kasus yang berat dapat mengakibatkan lepasnya retina dan pada akhirnya mengakibatkan kebutaan permanen," tambah dokter spesialis anak dari RSCM, dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K).

Ia pun mengingatkan, deteksi dini dan penanganan harus dilakukan maksimal saat usia bayi 42 minggu, terhitung sejak dalam kandungan agar ROP tak berkembang menjadi kebutaan permanen.

"Karena kalau ditemukan ROP di atas usia 42 minggu, sudah terlambat untuk penanganan," pungkas dia.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bayi Lahir Prematur, Periksa Matanya!

Bayi Lahir Prematur, Periksa Matanya!

Health | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 19:00 WIB

Kasus Kebutaan, Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

Kasus Kebutaan, Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

Health | Minggu, 15 Oktober 2017 | 15:12 WIB

Cuma Makan Daging dan Kentang, Bocah Ini Alami Kebutaan

Cuma Makan Daging dan Kentang, Bocah Ini Alami Kebutaan

Health | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 14:05 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×