Kasus Kebutaan, Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia

Ririn Indriani, Risna Halidi

Minggu, 15 Oktober 2017 | 15:12 WIB
Kasus Kebutaan, Indonesia Ketiga Tertinggi di Dunia
Jalan Sehat untuk 'Peringatan Hari Penglihatan Sedunia' yang digelar Standard Chartered Bank di Jakarta, Minggu (15/10/2017). (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Menurut data dari Global Data on Visual Impairment 2010 dan WHO 2012, secara global diperkirakan terdapat 285 juta orang atau sekitar 4,24 persen penduduk dunia mengalami gangguan penglihatan, 39 juta atau setara 0,58 persen mengalami kebutaan, dan 246 juta atau sekitar 3,65 persen lainnya mengalami low vision.

Indonesia sendiri menempati urutan ketiga dalam daftar negara dengan tingkat kebutaan tertinggi di dunia, atau mencapai 1,5 persen lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Di Indonesia, dari total 3,75 juta penyandang tunanetra, rata-rata dari mereka hidup prasejahtera lantaran minimnya akses pendidikan. Parahnya, empat puluh persen dari 3,75 juta penyandang tunanetra adalah anak-anak usia sekolah dan telah putus sekolah atau sama sekali tidak mengenyam pendidikan lantaran adanya keterbatasan akses.

Maka dari itu, bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia 2017, Standard Chartered Bank mencoba melakukan berkontribusi positif kepada masyarakat melalui program “Seeing is Believing”.

Program Seeing is Believing sendiri merupakan inisiatif global dari perusahaan Standard Chartered Bank untuk mencegah kebutaan di wilayah di mana Bank beroperasi.

Program ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar
95 juta dolar AS dan menyentuh sedikitnya 150,3 juta penerima bantuan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebutaan dan cacat penglihatan.

Tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada anak-anak, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro berharap program ini juga bisa menciptakan sistem kesehatan mata yang lebih berkelanjutan melalui pelatihan kepada para guru dan petugas kesehatan.

"Berdasarkan Vision Loss Expert Group prevalensi cacat penglihatan secara global telah menurun dari 4,58 persen pada 1990 menjadi 3,38 persen pada 2015," jelasnya di Jakarta, Minggu (15/10/2017).

Hal ini, kata Rino, adanya indikasi dan upaya bersama dari pelaku sektor kesehatan dengan organisasi kemasyarakatan, pemerintah dan pihak swasta, termasuk program Seeing is Believing, yang diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik.

Sebagai penghargaan terhadap komitmen dan konsistensinya, program Seeing is Believing berhasil memenangkan beberapa penghargaan, diantaranya rekor MURI dan Global Gold CSR Leadership Award.

"Melalui program Seeing is Believing yang telah kami lakukan sejak 2003, kami ingin menjadi bagian dari solusi jangka panjang bagi pencegahan kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia. Inilah komitmen kami untuk
masyarakat Indonesia dan mendukung program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya Mata Minus yang Tinggi Waspadai Risiko Ini

Punya Mata Minus yang Tinggi Waspadai Risiko Ini

Health | Sabtu, 07 Oktober 2017 | 10:01 WIB

Cuma Makan Daging dan Kentang, Bocah Ini Alami Kebutaan

Cuma Makan Daging dan Kentang, Bocah Ini Alami Kebutaan

Health | Jum'at, 06 Oktober 2017 | 14:05 WIB

Kasus Katarak Tertinggi di Indonesia Ada di Daerah Ini

Kasus Katarak Tertinggi di Indonesia Ada di Daerah Ini

Health | Rabu, 04 Oktober 2017 | 13:57 WIB

Terkini

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Banjir Bandang di Solok, 4 Warga Terluka, 9 Keluarga Mengungsi

Sumbar | Selasa, 22 September 2026 | 12:21 WIB

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Hanung Bramantyo Bawa Sejarah Kelam 1965 Lewat Film Horor Lobang Buaya, Berharap Buka Ruang Diskusi

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Rampung Syuting, Lily Collins Pamitan dari Emily in Paris Musim Terakhir

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

0857 Kartu Apa? Ini Jawaban beserta Info Operator, Daerah, dan Tips Ceknya

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Bukan Cuma Mulus, OriginOS 7 Bawa AI Agent yang Bisa Kerjakan Tugas Lintas Perangkat

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Sedang Banyak Dicari, Uang Bertanda Tangan Purbaya Keluaran Tahun Berapa?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:16 WIB

Harumkah Bunga di Surga?

Harumkah Bunga di Surga?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 12:15 WIB

×