Ancaman Resistensi Antimikroba Paksa Kementan Lindungi Konsumen

Chaerunnisa, Risna Halidi

Senin, 20 November 2017 | 16:50 WIB
Ancaman Resistensi Antimikroba Paksa Kementan Lindungi Konsumen
Ancaman resistensi antimikroba memaksa Kementan memberikan perlindungan lebih kepada konsumen (Suara.com/Risna)

Suara.com - Isu Resistensi Antimikroba atau yang biasa disebut Antimicrobial Resistance (AMR), tengah mengemuka dan menjadi perhatian semua pihak baik oleh penggiat kesehatan hingga sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Untuk merespon ancaman AMR, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) berusaha menyiapkan langkah-langkah strategis dalam upaya pengendalian AMR di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma'arif pada acara Sarasehan "Penggunaan Antibiotik Yang Bijak Menghasilkan Produk Unggas Yang Sehat", di Solo, 18 November 2017.

Tujuh langkah strategis yang dibuat itu, terdiri dari:

Pertama, dari sisi regulasi, melakukan pelarangan penggunaan antibiotik sebagai growth promoter.

Kedua, Kementan akan terlibat dan berperan aktif dalam pembuatan dan menyepakati Nasional Action Plan atau Rencana Aksi Nasional penanggulangan AMR bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertahanan, BPOM dan beberapa Kementerian serta lembaga pemerintah lainnya dalam kerangka pendekatan "One Health".

Ketiga, memulai surveilans Resistensi Antimikroba di wilayah kerja Balai Veteriner Subang (Jawa Barat, Banten dan Jabodetabek).

Keempat, melakukan pilot survey penggunaan antimikroba AMU atau Antimicrobial Usage di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pada 360 peternakan ayam pedaging (Broiler).

Yang kelima, melakukan Kuliah Umum untuk meningkatkan kesadaran penggunaan antibiotik yang bijak dan bertanggung jawab di beberapa fakultas kedokteran hewan.

baca juga

Keenam, merancang pembuatan Komite Pengendali Resistensi Antimikroba (KPRA). Dan yang terakhir, melakukan penyusunan Permentan untuk Pengendalian Resistensi Antimikroba.

"Kita harapkan dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah akan efektif untuk menjawab tantangan ancaman resistensi antibiotik," ujar Ma'arif.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, resistensi antimikroba telah menimbulkan ancaman kesehatan global yang signifikan terhadap populasi di seluruh dunia.

"Dengan perkembangan global, mikro-organisme resisten dapat menyebar dengan sangat cepat, sehingga tidak ada negara yang terhindar dari masalah resistensi antimikroba," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Toilet Kementan Kotor dan Jorok, Ahok Hindari Buang Air Besar

Toilet Kementan Kotor dan Jorok, Ahok Hindari Buang Air Besar

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 14:26 WIB

Mentan Akui Turunkan Harga Daging Sapi Tidak Mudah

Mentan Akui Turunkan Harga Daging Sapi Tidak Mudah

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2016 | 10:09 WIB

Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini

Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 10 Januari 2016 | 01:20 WIB

Terkini

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

5 Toner Kolagen untuk Usia 45 Tahun, Wajah Lebih Kenyal dan Kerutan Samar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:13 WIB

×