Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini

Arsito Hidayatullah

Minggu, 10 Januari 2016 | 01:20 WIB
Kementan Perkirakan Bawang Merah Akan Surplus Tahun Ini
Pedagang bawang merah di Pasar Inpres Senen, Jakarta, Rabu (25/3/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan stok bawang merah pada 2016 akan mengalami kelebihan produksi atau surplus dengan prediksi produksi akan mencapai 1,291 juta ton.

"Kita prediksi tahun 2016 ini akan mengalami surplus dengan jumlah produksi yang diperkirakan akan mencapai 1,291 juta ton, itu kan di bawah kebutuhan saat ini," kata Direktur Budidaya dan Pasca Panen Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yanuardi di Garut, Jawa Barat, Sabtu.

Yanuardi menjelaskan saat ini stok bawang merah berada pada posisi aman, pasalnya kebutuhan nasional Indonesia adalah 880 ribu ton.

"Iya artinya kita surplus 449 ribu ton, kita bisa ekspor juga jika demikian," kata dia.

Pada tahun 2015 lalu, Yanuardi menjelaskan Indonesia melakukan ekspor kurang lebih 14.100 ton ke Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura. Namun, impor pada tahun 2015 juga ada dan jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2014 lalu dengan penurunan sebesar 78 persen.

"Impor Januari-September 2015 adalah 15.700 ton, periode yang sama 2014 sampai 87.000 ton. Penurunan nilai impornya Rp295 miliar," tuturnya.

Yanuardi melanjutkan impor tersebut ada untuk industri dan konsumsi yang memang selama ini oleh pihaknya tidak dikendalikan.

"Tapi setelah Juni ada pengendalian impor, dimana kita ingin meningkatkan pendapatan petani, mengamankan petani karena kualitas produk kita sesungguhnya sangat jauh diatas produk impor karenanya nilai jualnyapun lebih tinggi namun kualitas kan tidak mengecewakan," katanya.

Salah seorang petani Bawang di Desa Panembong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Aliyudin (54) mengatakan untuk harga jual per kilogram bawang merah dataran tinggi di tempatnya adalah Rp10-11 ribu di tingkat petani, tengkulak Rp12-12,5 ribu di tingkat pengepul dan Rp22 ribu di pasar induk.

"Harga tersebut meningkat karena adanya pengeluaran distribusi dari kami hingga ke konsumen, kami harap ekonomi stabil, jadi harga juga stabil," kata Aliyudin yang merupakan Ketua Kelompok Tani Mekartani di desa setempat.

Senada dengan Aliyudin, petani lainnya yang berasal dari Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong Engkom Komarudin mengatakan para petani juga ingin mendapatkan insentif dari pemerintah untuk ikut serta dalam menjaga harga stabil.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, di Kecamatan Bayongbong ada sekitar 800 hektare (ha) lahan produksi bawang merah dengan produktivitasnya 9-10 ton/ha dan biaya produksinya Rp60-80 juta per hektare.

"Kita disini mengharapkan bantuan dari pemerintah terutama benih, pengadaan embung, alat penanggulangan hama dan lain sebagainya untuk menekan nilai produksi sehingga bisa ikut menstabilkan harga juga," ujar pimpinan kelompok tani Hayatan Toyiban itu. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mentan Tegaskan Keberadaan Beras Impor Cuma untuk Cadangan

Mentan Tegaskan Keberadaan Beras Impor Cuma untuk Cadangan

Bisnis | Kamis, 07 Januari 2016 | 01:17 WIB

Tahun Ini Kementan Pengadaan Mesin Pertanian 100 Ribu Unit

Tahun Ini Kementan Pengadaan Mesin Pertanian 100 Ribu Unit

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 23:54 WIB

Menteri Pertanian Dinilai  Berpihak ke Importir Daging Sapi

Menteri Pertanian Dinilai Berpihak ke Importir Daging Sapi

Bisnis | Minggu, 03 Januari 2016 | 23:54 WIB

Petani Bawang Merah di Jakarta Panen Besar

Petani Bawang Merah di Jakarta Panen Besar

News | Rabu, 16 Desember 2015 | 17:37 WIB

Terkini

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB