Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mentan Akui Turunkan Harga Daging Sapi Tidak Mudah

Dythia Novianty, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 12 Juni 2016 | 10:09 WIB
Mentan Akui Turunkan Harga Daging Sapi Tidak Mudah
Kementan melalui Toko Tani Indonesia menggelar pasar murah bersama dengan Artha Graha di Jakarta, Minggu (12/6/2016). [Suara.com/Dian Kusumo]

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, untuk menurunkan harga daging sapi yang melonjak saat ini bukan perkara yang mudah, butuh waktu.

Pasalnya, selama ini Indonesia sudah terbiasa dengan rantai pasokan kebutuhan pokok yang terlalu panjang, sehingga pola pasar harus diubah guna menurunkan harga-harga kebutuhan pokok.

"Ini memang persoalan 70 tahun yang tidak bisa diselesaikan selama satu atau dua bulan. Struktur pasar harus diubah. Sesungguhnya, bisa harga daging sapi bisa Rp75 ribu per kilogram, karena rantai pasokan yang terlalu panjang harga tinggi," jelas Amran saat ditemui di Pasar Murah Jalan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (12/6/2016).

Ia pun menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memotong rantai pasokan distribusi daging adalah membawa sapi lokal langsung ke Jakarta. Selain itu, pihaknya juga melakukan impor dan feedloter yang dinyakini secara bertahap akan menurunkan harga kebutuhan bahan pokok.

"Upaya kita potong rantai pasok sudah berhasil dari NTB ke Jakarta. Biaya angkut satu ekor sapi 2 juta. Sekarang harganya Rp85 ribu. Bulog juga opersi besar-besaran. Kita kerja sama dengan seluruh pihak, minyak goreng, Bimoli, Filma. Banyak pengusaha kita libatkan. Harganya sekarang turun. Ini sudah kita lakukan selama dua minggu," paparnya.

Seperti diketahui, hari ini Kementerian Pertanian melalui Toko Tani Indonesia menggelar pasar murah bersama dengan Artha Graha didua tempat, yakni di Jalan Ragunan, Pasar Minggu dan Pasar Cipete Jakarta Selatan.

Kebutuhan bahan pokok yang disediakan dari pasar murah ini adalah, daging sapi yang dijual Rp75 ribu per kilogram, beras Rp7.500 per kilogram cabai merah keriting Rp18 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp25 ribu per kilogram. Selain itu, AGP menjual paket sembako yang dijual Rp25 ribu per paket yang terdiri dari beras 2 kilogram minyak 1 liter, gula 1 kilogram dan Indomie tiga bungkus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mentan Himbau Masyarakat Tahan Nafsu di Bulan Puasa

Mentan Himbau Masyarakat Tahan Nafsu di Bulan Puasa

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2016 | 09:26 WIB

Ini Upaya Usman Stabilkan Harga Daging Sapi

Ini Upaya Usman Stabilkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Minggu, 12 Juni 2016 | 07:38 WIB

Thomas Lembong Akui Dirinya Terlambat Impor Daging Sapi

Thomas Lembong Akui Dirinya Terlambat Impor Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 14:39 WIB

Tekan Harga, Bulog Siap Gelontorkan 5 Ribu Ton Daging Sapi

Tekan Harga, Bulog Siap Gelontorkan 5 Ribu Ton Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 14:24 WIB

Inilah Alasan Mendag Lebih Pilih Impor Daging Sapi Beku

Inilah Alasan Mendag Lebih Pilih Impor Daging Sapi Beku

Bisnis | Jum'at, 10 Juni 2016 | 10:05 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB