Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Ririn Indriani | Suara.com

Selasa, 21 November 2017 | 16:47 WIB
Batuk Tak Kunjung Sembuh, Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronik
Ilustrasi lelaki menderita batuk tak kunjung sembuh. (Shutterstock)

Suara.com - Memperingati Hari Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) sedunia atau dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang jatuh pada 15 November, teknologi kesehatan Royal Philips melakukan gerakan edukasi global untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Berbicara tentang PPOK, hingga kini penyakit ini menempati peringkat ke-empat sebagai penyebab kematian utama di dunia dan diperkirakan menjadi yang ke-tiga pada 2020.

Nah, yang membuat keadaan semakin rumit adalah kurangnya kesadaran dan stigma sosial terkait penyakit tersebut. Hanya separuh dari sekitar 210 juta orang yang diperkirakan menderita PPOK telah resmi didiagnosis.

Menanggapi masalah kesehatan ini Prof. dr. Faisal Yunus dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan bahwa Indonesia memiliki masalah dengan kesadaran mengenai PPOK.

"Tidak semua penderita merasakan atau bahkan menyadari gejalanya. Mereka pikir hanya penyakit batuk yang tidak kunjung sembuh. Padahal mereka mungkin sedang menderita PPOK, kondisi yang jauh lebih serius. Harus dilakukan pemeriksaan spirometri dan toraks untuk mendiagnosa pasien PPOK," ujarnya.

Gejala PPOK termasuk napas yang pendek-pendek, batuk kronis, kelelahan dan rasa sesak di dada yang berkembang secara perlahan dan tak terasa. Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.  

Penyebab PPOK
Di Indonesia, PPOK biasanya dikaitkan dengan merokok dan polusi udara, tetapi penelitian telah menemukan bahwa orang yang tidak merokok pun bisa terkena PPOK.

Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) 2013 mengungkapkan bahwa jumlah pasien PPOK naik 3.7 persen. Namun, data ini tidak mewakili keadaan sesungguhnya di Indonesia.

Prof Yunus mengatakan bahwa sebuah studi biomassa sebagai kolaborasi antara Indonesia dan Vietnam yang dilakukan pada 2013 menemukan bahwa prevalensi PPOK pada pasien bebas rokok sama tingginya. Studi tersebut melibatkan orang-orang  di atas 40 tahun yang tinggal di Banten dan DKI Jakarta sehingga menemukan prevalensi pasien PPOK sampai 6,3 persen.

"PPOK merupakan salah satu penyakit yang paling umum namun kurang terdiagnosis. Padahal penyakit ini melemahkan, bahkan mematikan dan penanganannya mahal," ujar Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia.

Menurutnya, masyarakat tidak bisa menemukan solusi untuk masalah yang tidak mereka sadari atau menerapkan solusi yang mereka pikir tidak ada. "Di Philips, kami berkomitmen untuk membuat hidup lebih baik untuk pasien PPOK, mulai dari edukasi hingga mengembangkan solusi terapi inovatif,' terangnya.

Hal-hal tersebut, lanjut dia, jika dilengkapi dengan diagnosis benar, rencana tata laksana penyakit serta kelompok pendukung (support group), akan dapat membantu mereka yang terdiagnosa PPOK untuk tetap bisa menjalani hidup dengan semangat dan aktif.

Tips Sehat Penderita PPOK
Secara global, Philips bekerja dengan Russell Winwood, seorang atlet trialton yang masih aktif, untuk berbagi pengalaman pribadinya sebagai pasien PPOK serta menginspirasi sesama penderita PPOK untuk mampu menjalani kehidupan mereka sepenuhnya. Setelah didiagnosa mengidap PPOK, Russell merasa sulit untuk melakukan rutinitas kesehariannya.

Namun, hanya enam bulan setelah diagnosa, ia berhasil menyelesaikan trialton Ironman pertamanya secara penuh dan terus berpartisipasi dalam kompetisi triatlon di seluruh dunia. Ini menunjukkan bahwa diagnosis PPOK tidak perlu menjadi halangan pasien melakukan kegiatan favorit mereka.

Untuk pasien PPOK yang baru saja terdiagnosa, Winwood berbagi saran untuk tetap hidup dengan baik :

1. Pengetahuan
Pahami apa artinya mengidap PPOK. Pasien harus bekerjasama dengan dokter untuk membuat rencana perawatan yang disesuaikan guna membantu memonitor kemajuan.

2. Pengobatan
Meskipun tidak ada obat untuk PPOK, ada banyak pilihan pengobatan termasuk obat resep, terapi tekanan positif saluran nafas (PAP), konsentrator oksigen portabel, dan terapi ventilasi yang dapat membantu pasien mempertahankan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan meneliti dan memiliki pemahaman yang kuat tentang pilihan pengobatan yang tersedia, pasien dapat berdiskusi dengan dokter tentang rencana perawatan.

3. Nutrisi
Diet sehat sangat penting bagi pasien PPOK, karena pola makan tidak sehat dapat memperburuk gejala dan mempengaruhi kemampuan beraktivitas. Nutrisi yang tepat bahkan bisa membantu pasien bernafas lebih mudah.

4. Olahraga
Olahraga dapat membantu memperbaiki tingkat kebugaran pernapasan kardio dengan memperkuat kelompok otot besar di dalam tubuh seseorang, sekaligus meningkatkan sirkulasi.

Beranjak dari fakta tersebut Philips menawarkan solusi yang terinspirasi dari pasien PPOK, serta solusi penanganan penyakit pernapasan yang mendukung setiap tahap rentang sehat atau health continuum – mulai dari hidup sehat, diagnosa, pengobatan dan perawatan di rumah – sambil membantu konsumen untuk menjalani gaya hidup aktif yang mereka inginkan.

Produk yang menawarkan solusi untuk PPOK, yaitu Philips Nebulizer, Stationary and Mobile Oxygen Concentrator yang bisa dipindah dan dibawa dengan mudah, Dreamstation AVAPS (average volume-assured pressure support) yang secara otomatis dapat menyesuaikan dengan perkembangan penyakit dan berubah sesuai dengan kebutuhan pasien, dan ventilator Trilogy dari rumah sakit ke rumah.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Awas, Tak Menjaga Kebersihan Alat Musik Tiup Bagpipe Bisa Picu Radang Paru!

Awas, Tak Menjaga Kebersihan Alat Musik Tiup Bagpipe Bisa Picu Radang Paru!

Health | Senin, 29 Agustus 2016 | 12:20 WIB

Napas Pendek dan Berat, Waspadai Penyakit Ini

Napas Pendek dan Berat, Waspadai Penyakit Ini

Health | Rabu, 16 Desember 2015 | 11:40 WIB

Jus Bit Ampuh Sembuhkan Penyakit Paru

Jus Bit Ampuh Sembuhkan Penyakit Paru

Health | Senin, 26 Januari 2015 | 13:07 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB