Benarkah Obat dari Puskesmas Tak Tokcer?

Ririn Indriani | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 12 Desember 2017 | 16:41 WIB
Benarkah Obat dari Puskesmas Tak Tokcer?
Puskesmas Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat. (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Pusat Kesahatan Masyarakat atau Puskesmas, merupakan organisasi fungsional di bidang medis yang dibuat pemerintah sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama dan ada di setiap kecamatan-kecamatan di Indonesia.

Sayangnya, Puskesmas identik dengan fasilitas medis seadanya dan diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Bahkan tidak sedikit masyarakat yang meragukan kualitas tenaga medis hingga kualitas obat yang diberi dari Puskesmas, karena harga dan jasa yang diberikan sangat murah.

Kalau sudah begitu, masyarakat yang sakit dan memiliki BPJS, akan menagih surat rujukan dari Puskesmas agar bisa berobat ke fasilitas kesehatan yang lebih besar.

Salah satu Kepala Puskesmas di Kota Depok, dr. Nur Afiyah mengakui bahwa obat dari Puskesmas dan obat dari rumah sakit berbeda.

"Jelas obat berbeda, karena ini fasilitas kesehatan tingkat pertama, jadi obatnya ada standar dari Kemenkes. Tapi pengadaan obat tentu dari perusahaan farmasi yang besar," katanya saat ditemui Suara.com.

Perbedaan tersebut biasanya ada dari ragam obat, dosis, hingga kemasan. Namun untuk urusan obat dari Puskesmas tokcer atau tidaknya, Nur memiliki jawaban sendiri.

Selama menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, ia mengaku tidak melihat adanya pandangan miring warga Cipayung terhadap kualitas obat dari Puskesmas.

"Pasien kita masih tetap banyak. Dan untuk (kualitas) obat-obatan sendiri, semakin baik. Kalau dulu curah, sekarang dalam kemasan yang lebih baik," tambahnya.

Apalagi aturan penggunaan BPJS mendukung penuh fungsi Puskesmas dimana setiap warga yang sakit dan merasa perlu dilarikan ke rumah sakit, harus mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas terlebih dahulu.

"Di era BPJS mereka tidak boleh langsung ke rumah sakit tapi ke Puskesmas terlebih dahulu. Karena sebenarnya ada 144 penyakit yang harus dan bisa ditangani Puskesmas tanpa perlu harus dirujuk," terangnya lebih lanjut.

Karena fungsinya yang begitu krusial, penting bagi setiap Puskesmas untuk berbenah dan memberikan layanan terbaik kepada pasien. "Kita terus berbenah. Dan ada reakreditasi setiap tiga tahun sekali dengan peningkatan mutu layanan," tambah Nur.

Di beberapa Puskesmas di Indonesia juga sudah diberi gelar Puskesmas Ramah Lansia karena mendahulukan pasien berusia lanjut. "Lansia bisa langsung daftar. Mereka juga tidak ambil obat di Apotik tapi di antar oleh petugas. Tapi memang itu, Puskemas memiliki keterbatasan ruangan," terangnya mengakhiri perbincangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tenaga Fisioterapi Akan Ada di Tiap Puskesmas Layani Disabilitas

Tenaga Fisioterapi Akan Ada di Tiap Puskesmas Layani Disabilitas

Health | Rabu, 06 Desember 2017 | 18:38 WIB

'Rekan Indonesia': Proyek 18 Puskesmas di Jakarta Bermasalah

'Rekan Indonesia': Proyek 18 Puskesmas di Jakarta Bermasalah

News | Rabu, 26 Juli 2017 | 14:15 WIB

Puskesmas Kebon Jeruk Sohor di Internet, Ternyata Seperti Ini Toh

Puskesmas Kebon Jeruk Sohor di Internet, Ternyata Seperti Ini Toh

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 19:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB