Studi: Tidak Ada Batas Aman dalam Merokok

Vania Rossa | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 25 Januari 2018 | 20:53 WIB
Studi: Tidak Ada Batas Aman dalam Merokok
Tanda dilarang merokok. (Shutterstock)

Suara.com - Sekelompok peneliti dari London mengatakan bahwa mengurangi kebiasaan merokok tidak akan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke secara signifikan.

Hal tersebut terungkap dalam jurnal BMJ, ketika seseorang yang menghisap satu batang rokok sehari, 50 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung dan 30 persen lebih mungkin terkena stroke daripada orang yang tidak pernah merokok sama sekali.

Melalui fakta tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada tingkat merokok yang aman. Entah itu hanya tiga batang sehari, dua batang sehari, atau bahkan hanya satu batang sehari.

Walau begitu, peneliti juga mengatakan bahwa seseorang yang mengurangi kebiasaan merokok cenderung secara perlahan akan berhenti merokok sepenuhnya.

Ilustrasi berhenti merokok. (Shutterstock)

Prof Allan Hackshaw dari Institut Kanker UCL di University College London yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan kepada BBC bahwa ada kecenderungan tren mengurangi rokok dan berpikir bahwa hal tersebut merupakan pilihan yang baik.

"Ada kecenderungan di beberapa negara, perokok berat mengurangi rokok dan berpikir bahwa itu benar," kata Alan seperti yang Suara.com kutip dari laman BBC.

Untuk mendapatkan hasil penelitian ini, tim peneliti dari University College London menganalisis 141 studi yang telah diterbitkan oleh BMJ.

Hasilnya, kebiasaan menghisap 20 batang rokok perhari akan menyebabkan tujuh serangan jantung atau stroke pada sekelompok yang terdiri 100 orang.

Tapi jika kebiasaan tersebut dikurangi secara drastis dan menjadi satu batang sehari, masih akan ada tiga serangan jantung pada kelompok tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa lelaki yang mengisap satu batang rokok sehari memiliki risiko 48 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dan 25 persen lebih mungkin terkena stroke dibanding mereka yang tidak pernah merokok sama sekali.

Bagi perempuan, angka akan menjadi lebih tinggi dengan sekitar 57 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung dan 31 persen lebih mengkin berisiko terkena serangan stroke.

Tapi Alan juga mengungkapkan bahwa mereka yang berhenti merokok secara total dapat dengan cepat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dalam tubuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merokok Bikin Ketagihan, Ini Bukti Ilmiahnya

Merokok Bikin Ketagihan, Ini Bukti Ilmiahnya

Health | Kamis, 11 Januari 2018 | 07:43 WIB

Meski Lebih Aman, Dua Produk Alternatif Rokok Ini Tetap Bahaya

Meski Lebih Aman, Dua Produk Alternatif Rokok Ini Tetap Bahaya

Health | Kamis, 14 Desember 2017 | 17:45 WIB

Kerugian Akibat Rokok Bebani Negara Rp596,5 Triliun

Kerugian Akibat Rokok Bebani Negara Rp596,5 Triliun

Health | Rabu, 22 November 2017 | 13:01 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB