YKI: 1 dari 20 Orang Indonesia Berisiko Kanker Usus Besar

Ririn Indriani, Risna Halidi

Rabu, 04 April 2018 | 12:14 WIB
YKI: 1 dari 20 Orang Indonesia Berisiko Kanker Usus Besar
Kanker usus besar (kolorektal). (Shutterstock)

Suara.com - Menurut data Riset Kesehatan Dasar atau Riskesdas pada 2013, kanker usus besar (kolorektal) menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada laki-laki dan penyebab kematian ketiga terbesar bagi perempuan.

Sedangkan menurut data Globocan 2012, kasus kanker kolorektal di Indonesia mencapai 12,8 per 100.000 penduduk usia dewasa, dengan tingkat kematian sampai 9,5 persen dari seluruh kanker. Bahkan secara keseluruhan, risiko seseorang terkena kanker kolorektal adalah satu dari 20 orang atau sekitar lima persen.

"Prevalensi kanker kolorektal di Indonesia yang meningkat tajam menjadi perhatian khusus bagi Yayasan Kanker Indonesia untuk mengajak masyarakat agar lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda penyakit ini dengan melakukan deteksi dini mengingat gejala kanker kolorektal tidak terlihat jelas," kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP, FINASIM di Jakarta, Rabu, (3/4/2018).

Hingga saat ini, sebagian besar masyarakat masih menganggap kanker kolorektal merupakan penyakit keturunan atau kanker yang terjadi pada usia lanjut. Padahal, kata Aru, kanker yang tumbuh pada usus besar atau rektum ini juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.

Tercatat 30 persen dari penderita kanker kolorektal merupakan pasien usia produktif yaitu usia 40 tahun atau bahkan lebih muda.

Faktor lingkungan dan gaya hidup yang memicu kasus kanker usus besar adalah penyakit radang usus besar yang tidak diobati, kebiasaan makan daging merah berlebih, mengonsumsi makanan berlemak dan alkohol, kurang mengonsumsi buah-buahan serta sayuran dan ikan, kurang beraktivitas fisik, berat badan yang berlebihan, serta kebiasaan merokok.

Studi menunjukkan hanya 10 sampai 12 persen dari pasien ini hidup lebih dari 5 tahun. Maka dari itu, pemeriksaan dini atau skrining usus dan pentingnya menghindari faktor risiko dengan melakukan perilaku hidup sehat.

"Saat ini pengobatan kanker kolorektal di Indonesia juga sangat berkembang, didukung oleh ahli, tekhnologi dan obat yang tersedia," tambah dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD-KHOM.

Lewat agenda diskusi bertajuk “Kenali Kanker Kolorektal Lebih Dekat” yang diselenggarakan oleh Merck dan Yayasan Kanker Indonesia, Selasa (3/4/2017), Yayasan Kanker Indonesia berharap angka kematian akibat kanker kolorektal dapat terus berkurang sejalan dengan kemajuan penanganan kanker di Indonesia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tenang, Kopi Ternyata Tidak Menyebabkan Kanker

Tenang, Kopi Ternyata Tidak Menyebabkan Kanker

Lifestyle | Selasa, 03 April 2018 | 22:00 WIB

Jamur Maitake Mampu Melawan Kanker, Ini Bukti Ilmiahnya

Jamur Maitake Mampu Melawan Kanker, Ini Bukti Ilmiahnya

Health | Jum'at, 30 Maret 2018 | 08:17 WIB

Obesitas di Usia Muda, Awas Diincar Kanker!

Obesitas di Usia Muda, Awas Diincar Kanker!

Health | Rabu, 28 Maret 2018 | 20:30 WIB

Terkini

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Surga Tersembunyi di Jawa Tengah: 6 Destinasi Wisata Magelang yang Wajib Dikunjungi saat Liburan

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 17:49 WIB

×