Waspada, TBC Juga Bisa Menyerang Alat Kelamin! Ini Gejalanya

Ririn Indriani

Kamis, 12 April 2018 | 12:09 WIB
Waspada, TBC Juga Bisa Menyerang Alat Kelamin! Ini Gejalanya
TBC pada alat kelamin lebih banyak terjadi pada perempuan. (Shutterstock)

Gejala TBC Genital
Gejala TBC genital biasanya tidak langsung terlihat setelah Anda terinfeksi bakteri TBC, bahkan terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun. Pasalnya, bakteri TBC dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia selama 10 hingga 20 tahun tanpa menimbulkan gejala. Karenanya tak heran bila penderitanya terlambat menyadari saat sudah terkena TBC genital.

Namun, terdapat beberapa gejala TBC genital yang patut untuk diwaspadai, di antaranya:
1. Penurunan berat badan
2. Kelelahan
3. Demam ringan
4. Siklus menstruasi tidak teratur
5. Nyeri panggul
6. Keputihan yang terdapat bercak darah, keputihan berlebihan, atau perdarahan setelah berhubungan seksual
7. Infertilitas (tidak subur)

Sedangkan pada laki-laki, gejala TBC pada alat kelamin memiliki kesamaan dengan infeksi saluran kencing lainnya, seperti mengeluarkan darah saat buang air kecil. Selain itu, gejala TBC genital pada laki-laki juga mirip dengan gejala kanker testis sehingga sulit untuk mendiagnosis terjadinya TBC genital secara dini.

Oleh karena itu, bila Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala TBC pada alat kelamin, segera konsultasikan pada dokter. Tergantung dari gejala TBC genital yang dialami, dokter mungkin akan menyarankan sejumlah tes sebelum menegakkan diagnosis Anda.

Cara Penyebaran TBC pada Alat Kelamin
Seseorang dapat terkena TBC ketika kekebalan tubuhnya sedang rendah dan sering berdekatan atau melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi TB.

Penyakit TBC dapat ditularkan melalui tetesan air di udara (droplet, yang sangat kecil sehingga mungkin tak kasat mata) yang mengandung bakteri TBC melalui batuk atau bersin. Bila droplet yang berisi kuman ini dihirup, maka bakteri TB dapat mengendap di paru dan mulai berkembang.

TB genital biasanya menyebar melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi TB genital. Wanita yang mengalami TB paru dapat mengembangkan risiko TB genital di bagian uterus dan panggul selama beberapa waktu, apalagi bila penyakit ini dibiarkan begitu saja tanpa menjalani pengobatan.

Lantas, bagaimana cara mengobati gejala TBC pada alat kelamin? Cara mengobati gejala TBC pada alat kelamin sebenarnya sama saja dengan pengobatan TB paru atau jenis TB lainnya, yaitu dengan konsumsi antibiotik selama 6-8 bulan. Penderita TBC harus konsisten menyelesaikan pengobatan ini hingga tuntas untuk memaksimalkan proses penyembuhan.

Pada perempuan, TBC genital biasanya memengaruhi saluran tuba yang dapat menyebabkan penyumbatan saluran tuba. Bila gejala TBC dapat didiagnosis dan diobati lebih awal, maka kerusakan pada rahim atau tuba falopi lebih mungkin untuk disembuhkan.

Namun, bila tidak ditangani dengan segera, bakteri TB yang telanjur menginfeksi tuba falopi, ovarium, maupun uterus dapat memicu pertumbuhan jaringan parut sehingga cenderung tidak bisa disembuhkan.

Ini sebabnya Anda mungkin disarankan untuk meminta alternatif pengobatan lain sebelum memulai pengobatan anti-TB. Sebab, konsumsi antibiotik TB saja tidak mampu memperbaiki tuba falopi yang rusak.

Hindari pula kontak seksual dengan penderita TB genital untuk mengurangi risiko TB genital. Segera periksakan kesehatan organ genital saat Anda mencurigai gejala TBC genital untuk membantu diagnosis dini perkembangan infeksi TB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berjuang Bersama Komunitas  PETA Dampingi Pasien TBC

Berjuang Bersama Komunitas PETA Dampingi Pasien TBC

Lifestyle | Sabtu, 31 Maret 2018 | 10:46 WIB

Indonesia Kasus TBC Tertinggi Kedua di Dunia

Indonesia Kasus TBC Tertinggi Kedua di Dunia

Health | Selasa, 27 Maret 2018 | 08:41 WIB

Virus Tuberkulosis Ancam Ribuan Jiwa Setiap Hari

Virus Tuberkulosis Ancam Ribuan Jiwa Setiap Hari

Health | Minggu, 25 Maret 2018 | 21:01 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB