Inilah Makanan yang Disantap oleh Bayi Kerajaan

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 16 April 2018 | 13:42 WIB
Inilah Makanan yang Disantap oleh Bayi Kerajaan
Ilustrasi makanan bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah makanan yang disantap oleh bayi kerajaan sama seperti bayi pada umumnya?

Saat ini, masyarakat dunia terutama di Inggris, memang sedang menanti-nanti kehadiran anggota keluarga kerajaan baru mereka, yaitu anak ketiga Kate Middleton, Duchess of Cambridge.

Anak-anak Kate dan Pangeran William memang terus menarik perhatian, mulai dari gaya berpakaiannya, sekolah, hingga makanan apa yang mereka makan.

Ya, berbicara mengenai makanan, kita semua tahu, bayi kerajaan akan makan dengan sendok perak selama hidup mereka. Tapi, makanan apa yang ada di sendok tersebut? Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang apa yang bayi kerajaan makan? Ini dia sedikit petunjuk untuk Anda:

1. ASI tetaplah yang terbaik
Menyusui bukan untuk keluarga kerjaan, setidaknya hal ini diyakini sampai abad ke-20. Menyusui itu tabu, dan dianggap sebagai hal menjijikkan, tidak nyaman, dan benar-benar berbahaya. Perempuan kelas atas biasanya akan menunjuk perempuan kelas atas lainnya untuk merawat bayi dan menyusui bayi mereka.

Mereka tidak diperbolehkan mengonsumsi bawang putih, rempah-rempah, atau alkohol yang dipercaya dapat mempengaruhi rasa ASI mereka. Pada abad ke-18, bayi-bayi disusui degan berbagai benda runcing, seperti tanduk dan puting sapi, yang kedengarannya agak menyakitkan dan tidak terlalu membangkitkan selera.

Mereka diberi susu sapi atau kambing daripada ASI, atau sebagai alternatif, madu dan air gula untuk bulan pertama; kemudian bubur oatmeal atau tepung atau sereal yang dicampur kaldu panas.

Syukurlah, susu bubuk datang pada abad ke 19. Kebiasaan mulai berubah pada abad ke-20, mulai dari generasi Ratu, Putri Diana, dan Kate yang kini diyakini telah menyusui bayinya secara langsung.

2. MPASI
Darren McGrady, mantan koki kerajaan yang dikenal sebagai ‘The Royal Chef’, mengatakan bahwa Pangeran William dan Harry diberi makan pure buah dan sayuran. Ya, semua bayi memang diberi pure buah dan sayuran, tapi makanan untuk bayi kerajaan tentu bukanlah yang mudah ditemui di supermarket biasa.

Pengasuh akan memilih menu harian dan mengirimkannya ke dapur, yang seringnya terdiri dari apel dan pir dari perkebunan Queen Sandringham. Kemudian, buah itu dikukus, dihaluskan, dan disaring dua kali untuk menghilangkan seratnya.

Saat bayi-bayi kerajaan semakin besar, seorang koki di dapur istana akan membuat pure ayam, domba, atau daging sapi; dan yang lain akan membuat pure sayuran misalnya kacang polong, wortel, dan kembang kol. Kemudian, kedua jenis pure tersebut akan dicampur bersama. Bayi kerajaan yang baru nanti kemungkinan akan diberi makan hasil dari perkebunan organik yang dikelola oleh Pangeran Charles.

Sebagaimana dikatakan oleh mantan koki kerajaan, Carolyn Robb, sebagian besar bahan makanan tersebut mungkin berasal dari hasil kebun buah-buah kerajaan, misalnya, domba dari Highgrove dan susu sapi yang berasal dari sapi-sapi di sana.

Tapi, apa pun yang dimakan oleh bayi kerajaan, yang pasti mereka akan diperkenalkan dengan berbagai macam rasa sejak usia dini. Hal ini untuk mempersiapkan mereka yang akan seumur hidupnya bepergian ke berbagai penjuru dunia dan makan makanan yang berasal dari seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bolehkah Anak Konsumsi MPASI Instan?

Bolehkah Anak Konsumsi MPASI Instan?

Health | Jum'at, 09 Februari 2018 | 18:37 WIB

Inikah Makanan Pertama yang Paling Baik untuk Bayi?

Inikah Makanan Pertama yang Paling Baik untuk Bayi?

Health | Senin, 25 Juli 2016 | 13:32 WIB

Kejadian Unik Pascalahirnya Bayi Perempuan Wlliam-Kate

Kejadian Unik Pascalahirnya Bayi Perempuan Wlliam-Kate

News | Sabtu, 09 Mei 2015 | 07:47 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB